This Author published in this journals
All Journal Deskripsi Bahasa
Dewi Maryam
Graduate Program of Linguistics, Universitas Gadjah Mada

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Deletion pada Penerjemahan Directive Speech Act Film The Maze Runner Dewi Maryam
Deskripsi Bahasa Vol 3 No 1 (2020): 2020 - Issue 1
Publisher : Department of Languages and Literature, Faculty of Cultural Sciences, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (896.316 KB) | DOI: 10.22146/db.v3i1.400

Abstract

Directive Speech Act sangat erat kaitannya dengan konteks, maksud penutur serta respon lawan tutur. Penerjemahan directive speech act berorientasi pada kesepadanan yang didasarkan pada tersampaikannya makna direktif tuturan tersebut. Namun, dalam proses penerjemahannya, penyelarasan pada teks sumber dilakukan. Hal ini berdampak pada makna dan fungsi yang bisa saja bergeser. Dalam menerjemahkan directive speech act, deletion sering kali terjadi. Hal ini menimbulkan pergeseran dari aspek leksikal. Pada proses penerjemahan, deletion dilakukun untuk mengurangi satuan lingual supaya dapat sedekat mungkin dengan bahasa pada teks sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk deletion pada Directive Speech Act Film The Maze Runner beserta fungsinya. Data dikumpulkan melalui proses transkripsi, catat serta dianalisis secara kontekstual dengan bantuan tabel klasifikasi dan disajikan secara deskriptif dari perhitungan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 data yang mengandung strategi deletion pada terjemahannya, ditemukan 19 (63,3%) berada pada tataran kata, 1 (3,3%) berada pada tataran frasa dan 10 (33,3%) berada pada tataran kalimat. Deletion terjadi pada tataran kata hingga kalimat. Deletion memiliki fungsi dalam penerjemahan. Ditemukan beberapa fungsi deletion, yaitu simplifikasi, reduksi repetisi dan mengeliminasi satuan lingual yang tidak memiliki peran utama dalam tuturan direktif. Dengan ini, Deletion terjadi dalam penerjemahan untuk mencapai fungsi-fungsi tertentu supaya hasil terjemahan pada teks sasaran dapat menjadi sepadan tanpa mengurangi esensi utama dari fungsi direktif pada directive speech act.