p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Flawless
Rohana Aritonang
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS KESULITAN PEMANGKASAN RAMBUT DASAR SISWA SMK PEMBANGUNAN DAERAH LUBUK PAKAM Mastriani Purba; Rohana Aritonang
Flawless. Vol 2, No 2 (2021): JURNAL FLAWLESS JUNI 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.47 KB) | DOI: 10.24114/fls.v2i2.33907

Abstract

Penelitian ini bertujuan : Untuk mengetahui kesulitan siswa saat melakukan pemangkasan rambut dasar solid siswa kelas XI Tata Kecantikan SMK Pembangunan Daerah Lubuk Pakam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif, menggunakan satu variabel yaitu, kesulitan siswa pada mata pelajaran pemangkasan rambut dasar (solid). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Tata Kecantikan SMK Pembangunan Daerah Lubuk Pakam sebanyak 30 orang. Pengambilan sampel digunakan teknik Non-Probability Sampling, sampel dalam penelitian adalah 10 orang siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar pengamatan sebanyak 5 pengamat untuk mencari kesulitan siswa pada pemangkasan rambut solid. Hasil dianalisis dengan menggunakan teknik statistik dasar yang digambarkan dalam bentuk persentase. Rata – rata hasil penelitian dari 5 pengamat kemudian dikategorikan sangat baik dengan skor 4, baik dengan skor 3, cukup dengan skor 2 dan kurang dengan skor 1. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata –rata hasil pemangkasan rambut solid sebesar 21,36 % dan standar deviasi 44,75 % dengan skor tertinggi 113 dan skor terendah 97. Terdapat 7 indikator pengamatan dalam melakukan pemangkasan rambut dasar solid dari yaitu Persiapan alat dan lenan kerja, Ketepatan memegang gunting, Ketepatan memparting rambut,, Ketepatan dalam membuat garis pola pemangkasan, Ketepatan pengambilan section rambut, Hasil akhir pemangkasan rambut dan ketepatan waktu dalam pemangkasan. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah berdasarkan 7 indikator pengamatan tersebut kesulitan yang dialami siswa saat pemangkasan rambut dasar solid berada pada indikator membuat garis pola pemangkasan, pengambilan section rambut, dan ketepatan waktu dalam pemangkasan rambut solid.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ROPES (REVIEW OVERWIEW PRESENTATION EXCERSICE SUMMARY) TERHADAP HASIL BELAJAR PERAWATAN KULIT KEPALA DAN RAMBUT (CREMBATH) SISWA KELAS X TATA KECANTIKAN SMK NEGERI 8 MEDAN Marhogia Sembiring Mah; Rohana Aritonang
Flawless. Vol 1, No 1 (2017): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.254 KB) | DOI: 10.24114/fls.v1i1.7731

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar terhadap perawatan kulit kepala dan rambut (creambath) siswa dengan menggunakan  model pembelajaran konvensional dan untuk mengetahui hasil belajar terhadap perawatan kulit kepala dan rambut (creambath) siswa dengan menggunakan  model pembelajaran ROPES. Dalam penelitian ini digunakan data kuantitatif yang  diperoleh dari tes hasil belajar perawatan kulit kepala dan rambut (creambath). Dan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran ROPES terhadap hasil belajar pada perawatan kulit kepala dan rambut (creambath). Penelitian dilakukan di kelas X Tata kecantikan SMK Negeri 8 Medan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMK Negeri 8 Medan Tata Kecantikan. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling sehingga diperoleh kelas X Tata Kecantikan Kulit sebagai kelas kontrol yang diajarkan dengan model pembelajaran konvensional dan kelas X Tata Kecantikan Rambut sebagai kelas eksperimen yang diajarkan model pembelajaran ROPES dengan jumlah sampel sebanyak 70 orang siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji statistik parametrik yaitu uji-t pihak kanan. Uji persyaratan analisis dengan uji normalitas dan uji homogenitas. Untuk itu uji normalitas digunakan uji lilieofors. Pada kelas eksperimen diperoleh   dan kelas kontrol diperoleh  dan  sehingga  maka semua data terdistribusi secara normal. Untuk uji homogenitas digunakan uji F. Pada data postest diperoleh  sehingga  maka variansi adalah homogen.Rata-rata nilai hasil belajar siswa pada perawatan kulit kepala dan rambut (creambath) pada pembelajaran konvensional sebesar 63,07. Rata-rata nilai pengetahuan siswa pada perawatan kulit kepala dan rambut (creambath) pada pembelajaran ROPES sebesar 76,93. Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh bahwa  sehingga diperoleh bahwa rata-rata hasil belajar siswa pada perawatan kulit kepala dan rambut (creambath) yang diajar dengan model pembelajaran ROPES lebih besar atau sama dengan hasil belajar siswa pada perawatan kulit kepala dan rambut (creambath) yang diajar dengan pembelajaran konvensional. Kata kunci :Model Pembelajaran ROPES, Hasil Belajar.
ANALISIS KEMAMPUAN PERAWATAN KAKI (PEDICURE) DI SMK PEMBANGUNAN DAERAH LUBUK PAKAM Christin Ingan Ukurta Barus; Rohana Aritonang
Flawless. Vol 3, No 1 (2022): JURNAL FLAWLESS EDISI JANUARI 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.505 KB) | DOI: 10.24114/fls.v3i1.33920

Abstract

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisis kemampuan siswa dalam melakukan perawatan kaki (pedicure) yang meliputi melakukan 5 gerakan dasar pengurutan (massage) dan pembentukan kuku kaki di SMK Pembangunan Daerah Lubuk Pakam. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Tata Kecantikan SMK Pembangunan Daerah Lubuk Pakam yang berjumlah 10 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adaalah lembar pengamatan secara langsung oleh lima pengamat (observer). Hasil penelitian menunjukkan : rata-rata skor yang didapat dari 10 siswa yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah 20,42. Dengan skor tertinggi 22,6 oleh siswa 2 dan skor terendah 17,8 oleh siswa 3. Tingkat kecenderungan hasil kemampuan perawatan kaki (pedicure) yang diperoleh dari nilai dari setiap pengamat adalah pada kategori Sangat Baik dicapai oleh 2 siswa, pada kategori Baik dicapai oleh 4 siswa, pada kategori Cukup dicapai oleh 3 siswa, dan pada kategori Kurang dicapai oleh 1 siswa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil dari penelitian analisis kemampuan siswa kelas XI Tata Kecantikan SMK Pembangunan Daerah Lubuk Pakam adalah Baik, dengan terdapatnya 4 siswa yang memiliki rata-rata nilai 20,2 s/d 21,3.