Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN PENGELOLAAN PERPUSTKAAN Melalui Gerakan Literasi Sekolah Bagi Guru-Guru SD Plus Al-Qodiri Jember Muhammad Ansori
Al-Ijtimā': Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): April 2022
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi Ilmiah dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.733 KB) | DOI: 10.53515/aijpkm.v2i2.36

Abstract

Kegiatan literasi merupakan aktivitas membaca dan menulis yang terkait dengan pengetahuan, bahasa, dan budaya. Dalam deklarasi Unesco, literasi terkait dengan kemampuan untuk mengidentifikasi, menentukan, menemukan, mengevaluasi, menciptakan secara efektif dan terorganisasi, menggunakan, dan mengomunikasikan informasi untuk mengatasi berbagai persoalan. tujuan pemberdayaan adalah mengembangkan Guru-guru dalam mengelola perpustakaan dan meningkatkan literasi sekolah untuk siswa/i SD Plus Al-Qodiri Jember di masa Covid-19. Berdasarkan hasil pemberdayaan di Komunitas SD Plus Al-Qodiri Jember dengan menggunakan metode Asset Based Community Development (ABCD) dapat disimpulkan bahwa pendampingan dalam meningkatkan kualitas SDM guru-guru SD Plus Al- Qodiri diperoleh tiga simpulan : Pertama, pola kegiatan Pengelolaan Perpustakaan dan literasi sekolah SD Plus Al-Qodiri Jember berjumlah sepuluh (10) pola. Pola tersebut adalah (1) skemata-baca-tulis, (2) skemata-baca-coba, (3) skemata-baca-jawab, (4) pertanyaan-baca-coba, (5) tujuan-baca-tulis, (6) skemata-baca-pertanyaan, (7) tujuan-dengarkantulis, (8) skemata- baca-cerita, (9) tujuan-bacacerita, (10) pertanyaan-baca-jawab, Pola skemata-baca-jawab merupakan pola yang paling sering muncul pada buku tematik siswa. Kedua, pola kegiatan literasi di sekolah yang ditemukan berjumlah sepuluh pola. Pola tersebut adalah (1) bergiliran- berdoa-senyap-tulis, (2) mingguanberdoa-senyap-bacakan, (3) serentak-pembiasaanberdoa- senyap, (4) serentak-berdoa-senyap-tulis, (5) mingguan-upacara-berdoa-senyap (6) buku perpustakaan-bacaan bebas-lingkungan-perpustakan mendukung-sudut baca kelas mendukung- poster bebas, (7) buku siswa-bacaan bebas-lingkungan perpustakaan kurang mendukung-sudut baca kelas mendukung-poster bebas, (8) buku siswa-bacaan bebas-lingkungan-perpustakaan mendukung-sudut baca mendukung-poster bebas, (9) buku siswabacaan bebas-lingkungan- perpustakaan kurang mendukung-sudut baca mendukung-poster dibatasi, (10) pola pertanyaan- baca-jawab. Kegiatan diawali dengan menyusun pertanyaan terkait bacaan kemudian siswa membaca dilanjutkan dengan menjawab pertanyaan terkait isi bacaan. Ketiga, Program Gerakan Literasi Sekolah di SD Plus Al-Qodiri Jember dilaksanakan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan sekolah dan SDM yang ada. Kesiapan ini mencakup kesiapan kapasitas, kesiapan warga sekolah, dan kesiapan sistem pendukung lainnya.
PENGEMBANGAN PENGELOLAAN PERPUSTKAAN Melalui Gerakan Literasi Sekolah Bagi Guru-Guru SD Plus Al-Qodiri Jember Muhammad Ansori
Al-Ijtimā': Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): April 2022
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi Ilmiah dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/aijpkm.v2i2.36

Abstract

Kegiatan literasi merupakan aktivitas membaca dan menulis yang terkait dengan pengetahuan, bahasa, dan budaya. Dalam deklarasi Unesco, literasi terkait dengan kemampuan untuk mengidentifikasi, menentukan, menemukan, mengevaluasi, menciptakan secara efektif dan terorganisasi, menggunakan, dan mengomunikasikan informasi untuk mengatasi berbagai persoalan. tujuan pemberdayaan adalah mengembangkan Guru-guru dalam mengelola perpustakaan dan meningkatkan literasi sekolah untuk siswa/i SD Plus Al-Qodiri Jember di masa Covid-19. Berdasarkan hasil pemberdayaan di Komunitas SD Plus Al-Qodiri Jember dengan menggunakan metode Asset Based Community Development (ABCD) dapat disimpulkan bahwa pendampingan dalam meningkatkan kualitas SDM guru-guru SD Plus Al- Qodiri diperoleh tiga simpulan : Pertama, pola kegiatan Pengelolaan Perpustakaan dan literasi sekolah SD Plus Al-Qodiri Jember berjumlah sepuluh (10) pola. Pola tersebut adalah (1) skemata-baca-tulis, (2) skemata-baca-coba, (3) skemata-baca-jawab, (4) pertanyaan-baca-coba, (5) tujuan-baca-tulis, (6) skemata-baca-pertanyaan, (7) tujuan-dengarkantulis, (8) skemata- baca-cerita, (9) tujuan-bacacerita, (10) pertanyaan-baca-jawab, Pola skemata-baca-jawab merupakan pola yang paling sering muncul pada buku tematik siswa. Kedua, pola kegiatan literasi di sekolah yang ditemukan berjumlah sepuluh pola. Pola tersebut adalah (1) bergiliran- berdoa-senyap-tulis, (2) mingguanberdoa-senyap-bacakan, (3) serentak-pembiasaanberdoa- senyap, (4) serentak-berdoa-senyap-tulis, (5) mingguan-upacara-berdoa-senyap (6) buku perpustakaan-bacaan bebas-lingkungan-perpustakan mendukung-sudut baca kelas mendukung- poster bebas, (7) buku siswa-bacaan bebas-lingkungan perpustakaan kurang mendukung-sudut baca kelas mendukung-poster bebas, (8) buku siswa-bacaan bebas-lingkungan-perpustakaan mendukung-sudut baca mendukung-poster bebas, (9) buku siswabacaan bebas-lingkungan- perpustakaan kurang mendukung-sudut baca mendukung-poster dibatasi, (10) pola pertanyaan- baca-jawab. Kegiatan diawali dengan menyusun pertanyaan terkait bacaan kemudian siswa membaca dilanjutkan dengan menjawab pertanyaan terkait isi bacaan. Ketiga, Program Gerakan Literasi Sekolah di SD Plus Al-Qodiri Jember dilaksanakan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan sekolah dan SDM yang ada. Kesiapan ini mencakup kesiapan kapasitas, kesiapan warga sekolah, dan kesiapan sistem pendukung lainnya.