Dismenore adalah nyeri selama haid yang dapat dirasakan diperut bawah atau dipinggang, dapatbersifat seperti mules-mules, seperti ngilu, atau seperti ditusuk-tusuk.Upaya untuk mengatasi dismenoreprimer diantara remaja membutuhkan penanganan yang terintegrasi dan menyeluruh, karena secara umumdapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan dapat berdampak pada turunnya produktivitas kerja.Salah satucara untuk mengatasinya dengan melakukan olahraga secara teratur untuk menurunkan rasa nyeri.Tujuan penelitian mengetahui hubungan kebiasaan olahraga dengan dismenore primer remaja putridiSMP N 2 Mirit KebumenMetode penelitian ini dilakukan secara survey analitik dengan metode pendekatan retrospective.Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswi SMP N 2Mirit kelas II yang mengalami dismenoreprimerdengan jumlah sebanyak 120.Teknik pengambilan sampel adalah purposive samplingdan jumlahsampel sebanyak 61, instrumen yang digunakan adalah kuesioner, analisis data menggunakan uji KorelasiKendal Tau (τ).Hasil penelitian sebagian responden (50,0%) melakukan olahraga secara teratur mempunyai tingkatskala nyeri sedang. Dan responden yang tidak melakukan olahraga secara teratur mempunyai tingkat skalanyeri sedang sebanyak (55,6%).Kesimpulan tidak ada hubungan kebiasaan olahraga dengan dismenore primerdengan p=0,275 < α 0,05.Saran bagi institusi pendidikan.Institusi hendaknya bekerja sama dengan instansi terkait atau tenagakesehatan untuk memberikan informasi mengenai dismenore primer kepada remaja. Dan informasi mengenaidismenore primer sebaiknya diberikan sejak dini, agar menambah pengetahuan remaja dalam mengatasidismenore primer pada saat menstruasi.