p-Index From 2021 - 2026
0.702
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JKK
Nur Sholichah
Akademik Kebidanan Bhakti Putra Bangsa Purworejo

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG SEKS PRANIKAH TERHADAP SIKAP SEKS PRANIKAH REMAJA DITINJAU DARI JENIS KELAMIN DI SMA NEGERI 06 PURWOREJO Nur Sholichah
Jurnal Komunikasi Kesehatan Vol 5 No 2 (2014): Jurnal Komunikasi Kesehatan
Publisher : Lembaga Riset Pengabdian Masyarakat dan Publikasi Ilmiah Institut Teknologi Bhakti Putra Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56772/jkk.v5i2.63

Abstract

Masyarakat dan remaja menerima informasi seks yang salah dapat menimbulkan persepsi dan pengertian yang salah tentang seks. Program Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) merupakan program hasil penjabaran misi Program Keluarga Berencana Nasional, yaitu mempersipakan sumber daya manusia berkualitas sejak dini dalam rangka menciptakan keluarga berkualiatas 2010. Remaja merupakan anggota atau bagian dari suatu keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang seks pranikah terhadap sikap seks pranikah remaja ditinjau dari jenis kelamin di SMA Negeri 06 Purworejo. Penelitian ini menggunakan quasi eksperimental design,Sampel dalam penilitian ini adalah siswa kelas XI IPS sebanyak 30 kelompok kontrol dan 30 kelompok eksperimen. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan koesioner. Analisis data dilakukan dengan menggunakan ujian hipotesis dilakukan dengan analisis varians dua jalur (ANAVA 2x2) dengan bantuan SPSS 16.0 PC for Windows. Penelitian diperoleh nilai F hitung untuk variabel interaksi kelompok*jenis kelamin terhadap sikap sebesar F hitung = 3,755 dengan nilai signifikansi 0,058, sedangkan nilai F tabel sebesar 4,013 (F tabel didapat dari tabel F dengan α = 0,05 dan dk1 = 1, dk2 = 56). Oleh karena F hitung (3,755) < F tabel (4,013), maka Ho diterima. Ini berarti bahwa faktor interaksi kelompok dan jenis kelamin tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap sikap remaja tentang seks pra nikah. Dengan kata lain, tidak ada pengaruh secara signifikan pendidikan kesehatan terhadap sikap remaja tentang seks pranikah ditinjau dari jenis kelamin.
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN WANITA USIA 40-50 TAHUN DALAM MENGHADAPI MENOPAUSE Nur Sholichah; Restu Anjarwati
Jurnal Komunikasi Kesehatan Vol 6 No 2 (2015): Jurnal Komunikasi Kesehatan
Publisher : Lembaga Riset Pengabdian Masyarakat dan Publikasi Ilmiah Institut Teknologi Bhakti Putra Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56772/jkk.v6i2.80

Abstract

Menopause merupakan proses fisiologis (normal) yang akan dialami oleh semua wanita. Berdasarkan hasil studi pendahuluan dari 10 orang wanita usia 40- 50 tahun sebanyak 5 orang dengan pendidikan SD seluruhnya merasa cemas, 3 orang dengan pendidikan SLTP sebanyak 66,7% merasa cemas sedangkan 2 orang dengan tingkat pendidikan SMA seluruhnya tidak cemas dalam menghadapi menopause. Untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dengan tingkat kecemasan wanita usia 40-50 tahun dalam menghadapi menopause. Desain penelitian analitik pendekatan cross sectional, populasi adalah seluruh ibu yang berusia 40-50 tahun sebanyak 271 orang dengan sampel 162 orang. Teknik sampling purposive sampling. Dilaksanakan bulan Desember-Maret tahun 2014. Dianalisa menggunakan uji statistik spearmanrunk. Hasil penelitian didapatkan 101 responden (62,3%) memiliki pendidikan rendah,95 responden (58,5%) tingkat kecemasan kategori berat, dan hasil analisis menggunakan spearman runk didapatkan nilai p value=0,000. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan tingkat kecemasan pada wanita usia 40-50 tahun dalam menghadapi menopause.
GAMBARAN KELENGKAPAN PENGISIAN BUKU KIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANYUASIN KECAMATAN LOANO KABUPATEN PURWOREJO Soraya Rizqy Haleeda; Nur Sholichah
Jurnal Komunikasi Kesehatan Vol 7 No 1 (2016): Jurnal Komunikasi Kesehatan
Publisher : Lembaga Riset Pengabdian Masyarakat dan Publikasi Ilmiah Institut Teknologi Bhakti Putra Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56772/jkk.v7i1.84

Abstract

Pengisian Buku KIA akan memudahkan bidan untuk mendeteksi sedini mungkin adanya risiko atau masalah yang terjadi pada kehamilan dan mengetahui perkembangan serta pertumbuhan balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Kelengkapan Pengisian Buku KIA di Wilayah Kerja Puskesmas Banyuasin Kecamatan Loano Kabupaten Banyuasin Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua buku KIA yang dimiliki ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Banyuasin. Tehnik sampling dengan menggunakan total sampling sebanyak 85 buku KIA. Analisa pada penelitian ini variable univariat dalam penelitian adalah kelengkapan pengisian buku KIA. Hasil penelitian didapatkan Buku KIA di Wilayah Kerja Puskesmas Banyuasin pada kolom identitas 100% diisi lengkap, kolom menyambut persalinan 64,7% diisi lengkap, kolom obstetri 100% diisi lengkap, dan kolom pemeriksaan kehamilan 100% diisi lengkap, maka dapat disimpulkan bahwa pengisian buku KIA di Wilayah Kerja Puskesmas Banyuasin lengkap.
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. Y (Hamil, Bersalin, Nifas, BBL, dan KB) Nur Sholichah; Nanik Puji Lestari
Jurnal Komunikasi Kesehatan Vol 8 No 1 (2017): Jurnal Komunikasi Kesehatan
Publisher : Lembaga Riset Pengabdian Masyarakat dan Publikasi Ilmiah Institut Teknologi Bhakti Putra Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56772/jkk.v8i1.104

Abstract

Masalah kesehatan di Indonesia paling utama disebabkan karena tingginya angka kematian ibu dan bayi. Untuk meningkatkan kesehatan yang lebih berkualitas penulis berkontribusi dengan memberikan asuhan kebidanan dari hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir dan KB secara komprehensif. Penulis menerapkan asuhan kebidanan yanglangsung dan mendapat pengalaman nyata dengan pendekatan menejemen kebidanan 7 langkah varney.Jenis studi kasus yang digunakan adalah observasional di BPM Dwi Sulistyowati mulai februari sampai dengan juni 2016. Pemberian asuhan komprehensif pada Ny. Y umur 27 tahun dari Hamil, Bersalin, Nifas, Bayi baru lahir dan KB. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan dan dokumentasi. Analisis studi kasus dilakukan supaya data dapat diolah menjadi informasi yang mudah dipahami. Penulis menerapkan dan memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. Y mulai hamil trimester III, bersalin, nifas, bayi baru lahir, neonates imunisasi BCG, DPT, Polio serta KB. Diharapkan pasien mampu melakukan deteksidini adanya resiko tinggi dan penulis menerapkan ilmu kebidanan secara komprehensif sesuai teori dan standart profesi bidan.
GAMBARAN PEMERIKSAAN HB PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANYUASIN KECAMATAN LOANO KABUPATEN PURWOREJO Nur Sholichah; Heni Larasati
Jurnal Komunikasi Kesehatan Vol 9 No 1 (2018): Jurnal Komunikasi Kesehatan
Publisher : Lembaga Riset Pengabdian Masyarakat dan Publikasi Ilmiah Institut Teknologi Bhakti Putra Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56772/jkk.v9i1.117

Abstract

Pemeriksaan kadar Hb yang dianjurkan pada trimester pertama dan ketiga kehamilan, sering hanya dapat dilaksanakan pada trimester ketiga karena kebanyakan ibu hamil baru memeriksakan kehamilannya pada trimester kedua kehamilan. Sehingga pemeriksaan hemoglobin pada kehamilan tidak berjalan dengan seharusnya dan jika ibu hamil tidak melakukan pemeriksaan Hb selama kehamilannya akan meningkatkan resiko terjadinya anemia yang lebih berat, perdarahan saat persalinan yang tidak terduga yang bisa menjadi penyebab kematian pada ibu dan janin (Depkes, 2009). Penelitian ini menggunakan desaign deskriptif. Variabel yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah variabel tunggal, dan variabel dalam penelitian ini adalah dilakukannya pemeriksaan Hb pada ibu hamil. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling yaitu seluruh ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Banyuasin sebanyak 85 responden.Hasil penelitian menunjukkan Ibu hamil yang tidak melakukan pemeriksaan HB selama kehamilannya adalah 39 responden (45,9%), yang melakukan pemeriksaan 1 kali sebanyak 42 responden (49,4%), yang melakukan pemeriksaan HB sebanyak 2 kali adalah 4 responden (4,7 %). Responden terbanyak melakukan pemeriksaan HB sebanyak 1 kali adalah 42 responden. Wilayah kerja Puskesmas Banyuasin yang 90% pegunungan dan medan yang sulit menjadi faktor lain kenapa ibu hamil enggan melakukan pemeriksaan Hb walaupun sudah dianjurkan oleh bidan, sehinggapemeriksaan tidak dilaksanakan minimal dua kali selama kehamilan. Disarankan mampu ibu hamil meningkatkan kesadaran dalam melakukan pemeriksaan Hb selama kehamilan dengan cara mencari informasi dari media cetak, media elektronik dan tenaga kesehatan
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP ASI) DINI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANYUASIN KECAMATAN LOANO KABUPATEN PURWOREJO Nur Sholichah; Miftachul Jannah
Jurnal Komunikasi Kesehatan Vol 10 No 1 (2019): Jurnal Komunikasi Kesehatan
Publisher : Lembaga Riset Pengabdian Masyarakat dan Publikasi Ilmiah Institut Teknologi Bhakti Putra Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56772/jkk.v10i1.134

Abstract

Pengetahuan masyarakat yang rendah tentang bayi dapat mengakibatkan terjadinya kekurangan gizi pada bayi. Fakta menunjukkan bahwa para ibu yang menyusui bayinya masih beranggapan bahwa ASI saja tidak dapat memenuhi kebutuhan bayinya, sehingga para ibu memberikan MPASI sebelum bayinya berumur 6 bulan. Anggapan seperti itu merupakan anggapan yang keliru. Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) dini kemungkinan akan terjadi dampak yang tidak diinginkan dalam jangka panjang seperti obesitas, hipertensi, arteriosklerosis, dan alergi makanan (Adriani dan Wirjatmadi, 2012; h.151). Desain penelitian dengan survey analitik dengan pendekatan studi cross sectional. Jumlah populasi 39 ibu dan sampel seluruh ibu yang memiliki bayi usia ≤6 bulan. Uji statistik menggunakan Chi Square. Hasil Penelitian Berdasarkan uji statistik Chi Square p value 0,006 jadi p>0,05 menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan dengan pemberian MP-ASI dini. Hasil p value 0,010 jadi p>0,05 menunjukkan ada hubungan antara pekerjaan dengan pemberian MP-ASI dini. Hasil p value 0,925 jadi p>0,05 berarti ada hubungan antara ekonomi dengan pemberian MP-ASI dini. Disarankan Ibu yang mempunyai bayi usia ≤6 bulan diharapkan dapat menambah pengetahuan dan menerapkan pemberian MP-ASI yang tepat.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN AKSEPTOR KB TENTANG KB SUNTIK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LOANO KABUPATEN PURWOREJO Nur Sholichah; Saras Manunggil
Jurnal Komunikasi Kesehatan Vol 10 No 2 (2019): Jurnal Komunikasi Kesehatan
Publisher : Lembaga Riset Pengabdian Masyarakat dan Publikasi Ilmiah Institut Teknologi Bhakti Putra Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56772/jkk.v10i2.151

Abstract

Latar belakang penelitian: Akseptor kontrasepsi suntikan lebih banyak daripada yang memakai alat kontrasepsi lain, tapi masih banyak akseptor yang tidak memahami tentang keuntungan, kerugian, dan efek samping KB Suntik. Data di wilayah kerja puskesmas Loano PMB Sri Muryati Desa Loano Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo akseptor aktif sebanyak 83 peserta presentasi akseptor KB suntik 43%, IUD 18%, pil 24%, implan 15%.Tujuan penelitian: Untuk mengetahui tingkat pengetahuan akseptor KB tentang kejadian KB suntik.Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan penelitian Deskriptif dengan pendekatan Cross Sectional dan kualitatif, populasi 83 responden dengan metode Total sampling, waktu penelitian bulan November 2017- Juni 2018, analisa tingkat pengetahuan akseptor KB tentang kejadian KB suntik, dengan bantuan SPSS versi 18.Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat tingkat pengetahuan akseptor KB tentang kejadian KB suntik dengan kategori baik yaitu 7 orang (20%), kategori cukup yaitu 26 orang (74,3%), kategori kurang yaitu 2 orang (5,7%).Simpulan: Mayoritas akseptor KB mempunyai pengetahuan yang cukup mengenai KB suntik.Saran: Diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang keuntungan, kerugian, dan efek samping KB Suntik
GAMBARAN PENGETAHUAN KADER KESEHATAN DI DESA GANGGENG TENTANG DETEKSI DINI KANKER SERVIKS Nur Sholichah; Siti Muqodimah
Jurnal Komunikasi Kesehatan Vol 11 No 1 (2020): Jurnal Komunikasi Kesehatan
Publisher : Lembaga Riset Pengabdian Masyarakat dan Publikasi Ilmiah Institut Teknologi Bhakti Putra Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56772/jkk.v11i1.157

Abstract

Latar belakang penelitian: Kanker serviks merupakan jenis kanker terbanyak diderita perempuan di Indonesia. Berdasarkan profil kesehatan Departemen Kesehatan, di Jawa Tengah ada 1773 Pasien kanker serviks dan di Purworejo terdapat 40 kasus kanker serviks untuk tahun 2017. Banyaknya kasus kanker serviks di Indonesia disebabkan pengetahuan tentang kanker serviks yang kurang sehingga kesadaran masyarakat untuk deteksi dini masih rendah.Tujuan penelitian: Untuk mengetahui gambaran pengetahuan kader kesehatan di desa Ganggeng tentang deteksi dini kanker serviks.Metode penelitian: Studi Kasus yang penulis gunakan dalam kasus ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Februari 2019 dengan populasi 37 orang dan sampel sebanyak 37 responden dengan teknik total sampling. Teknik pengumpulan data dengan kuesioner. Uji validitas menggunakan pearson product moment dan uji Realibilitas menggunakan Kr-20, analisa data menggunakan analisa univariat dengan program spss 13.Hasil penelitian: pengetahuan kader kesehatan di desa ganggeng tentang deteksi dini kanker serviks yaitu cukup 16 responden (43,2%), baik 12 responden (32,4%) dan kurang 9 responden (24,3%).Simpulan: pengetahuan kader kesehatan di desa ganggeng tentang deteksi dini kanker serviks sebagian besar cukup yaitu 16 responden (43, 2%)Saran: Diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan kader kesehatan tentang deteksi dini kanker serviks.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PERTUMBUHAN BALITA DENGAN KUNJUNGAN BALITA KE POSYANDU DI DESA SUREN KECAMATAN KUTOARJO KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2020 Tri Junika Khoirunissa; Nur Sholichah
Jurnal Komunikasi Kesehatan Vol 11 No 2 (2020): Jurnal Komunikasi Kesehatan
Publisher : Lembaga Riset Pengabdian Masyarakat dan Publikasi Ilmiah Institut Teknologi Bhakti Putra Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56772/jkk.v11i2.172

Abstract

Latar Belakang: Hasil wawancara pada 10 ibu balita terdapat 7 ibu yang pengetahuan tentang pertumbuhan balita baik yaitu sudah mengetahui bahwa orang tua harus memperhatikan pertumbuhan fisik pada anak sesuai dengan usia seperti memperhatikan pertumbuhan tinggi badan, berat badan, kemampuan anak berjalan dan terdapat 3 ibu balita yang pengetahuan tentang pertumbuhan balita kurang beranggapan bahwa anaknya akan tumbuh dengan sendirinya tanpa harus dilakukan pemantauan pertumbuhan. Selanjutnya, hasil wawancara dengan kader di posyandu Desa Suren didapatkan hasil bahwa presentase kunjungan balita ke posyandu di tahun 2019 sebanyak 60,3%.Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang pertumbuhan balita dengan kunjungan balita ke posyandu di Desa Suren Kecamatan Kutoarjo.Metode Penelitian: Penelitian korelatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 190responden dengan sampel 129 responden. Tekhnik sampling menggunakan Random Sampling. Metode pengambilan data menggunakan kuesioner yang sudah disediakan jawabannya. Uji analisis data menggunakan uji Chi-square dengan bantuan SPSS versi 26. Waktu penelitian 5 Maret – 12 Maret 2020 di Desa Suren, Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo.Hasil Penelitian: Hasil uji analisis data didapatkan nilai Asymp. Sig. (2-sided) (0.000) < (0.05), maka Ho ditolak dan Ha diterima sehingga ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang pertumbuhan balita dengan kunjungan balita ke posyandu.Kesimpulan: Ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang pertumbuhan balita dengan kunjungan balita ke posyandu di Desa Suren Kecamatan Kutoarjo.Saran: Masyarakat dapat menggunakan fasilitas posyandu secara maksimal dan bersifat terbuka serta positif dalam mengikuti kegiatan posyandu supaya dapat meningkatkan pengetahuan ibu dan memantau pertumbuhan balita.
PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP PENGETAHUAN REAMAJA PUTRI DALAM MEMELIHARA DAERAH KEWANITAAN DI SMK NEGERI 2 PURWOREJO Nur Sholichah; Tri Puji Utami
Jurnal Komunikasi Kesehatan Vol 11 No 2 (2020): Jurnal Komunikasi Kesehatan
Publisher : Lembaga Riset Pengabdian Masyarakat dan Publikasi Ilmiah Institut Teknologi Bhakti Putra Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56772/jkk.v11i2.175

Abstract

Latar Belakang: Informasi merupakan hal yang sangat penting bagi seseorang. Kurangnya informasi dapat menyebabkan kurangnya pengetahuan. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan di SMK Negeri 2 Purworejo, didapatkan data siswi kelas X Akuntansi berjumlah 30 siswi, rata – rata belum mengetahui cara memelihara daerah kewanitaan dengan benar.Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan remaja putri dalam memelihara daerah kewanitaan.Metode Penelitian: Jenis penelitian pre eksperimental desain dengan pendekatan one group pretest – posttest. Penelitian dilakukan di SMK Negeri 2 Purworejo. Jumlah populasi 120 siswi dan jumlah sampel 120 siswi, dengan teknik sampling total sampling. Alat pengumpulan data dengan kuesioner. Analisis data dengan menggunakan uji wilcoxon.Hasil Penelitian: Hasil uji normalitas kolmogorov smirnov nilai p (0,000) < ɑ (0,05) dan hasil uji wilcoxon nilai signifikasi p (0,000) < ɑ (0,05). Rata – rata nilai sebelum penyuluhan adalah 62,10 dan setelah penyuluhan adalah 88,14.Kesimpulan: Terdapat pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan remaja putri dalam meme¬lihara daerah kewanitaan dengan selisih nilai pretest dan posttest sebesar 26,04.Saran: Sebagai sumber informasi kepada para siswi untuk menambah pengetahuan tentang cara memelihara daerah kewanitaan.