Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Motivasi Kerja Tenaga Kesehatan di Puskesmas Paniki Bawah pada Masa Pandemi Covid-19 Aurelia C. Wulandari; Febi K. Kolibu; Ribka Wowor
KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Vol. 12 No. 1 (2023): VOLUME 12, NOMOR 1, Januari - Maret 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/kesmas.v12i1.46299

Abstract

Motivasi kerja adalah keadaan yang mendukung keinginan seseorang untuk bekerja dan mengarahkan serta menyalurkan sikap, perilaku dan tindakan orang tersebut karena mempunyai tujuan tertentu. Tenaga Kesehatan ialah individu yang mengabdi dibidang kesehatan dan mempunyai tingkat pengetahuan serta keterampilan berdasarkan pendidikan pada bidang kesehatan dalam jenis tertentu dan mempunyai wewenang melaksanakan upaya kesehatan.Pusat Kesehatan Masyarakat merupakan bagian pelaksanaan teknis dinas Kabupaten/Kotaserta memiliki tanggungjawab dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan di Wilayah kerja. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode survei analitik dengan rancangan cross sectional (studi potong lintang). Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Paniki Bawah pada bulan November sampai bulan Maret 2022. Berdasar kepada penelitian yang dilakukan kondisi kerja dan supervisi tenaga kesehatan di Puskesmas Paniki Bawah masuk dalam kategori baik, tanggung jawab dan kompensasi tenaga kesehatan di Puskesmas Paniki Bawah masuk dalam kategori kurang baik.Hasil uji Chi-Square, ada hubungan antara tanggung jawab dengan motivasi kerja, ada hubungan antara kompensasi dengan motivasi kerja, tidak ada hubungan antara kondisi kerja dengan motivasi kerja,tidak ada hubungan antara supervisi dengan motivasi kerja.
Analisis Pelaksanaan Pelayanan Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kepulauan Talaud Tahun 2021 Apdalah Hermansa Saranaung; Franckie R.R Maramis; Febi K. Kolibu
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Lentera - Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/5hmyte03

Abstract

Pelayanan Rumah Sakit pada masa pandemi COVID-19 rentan akan masalah, ancaman dan risiko, termasuk risiko akan situasi pandemi COVID-19 yang harus bersiap untuk menghadapi adaptasi kebiasaan baru. Rumah Sakit harus mulai memikirkan langkah yang akan diambil untuk memberikan perawatan kepada pasien terkonfirmasi COVID-19 namun di saat bersamaan juga memberikan pelayanan kepada pasien umum dengan risiko penularan seminimal mungkin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pelaksanaan pelayanan COVID-19 di Rumah Sakit Umum Daerah Kab. Kepl. Talaud. Penelitian ini bersifat analitik dengan menggunakan metode penelitian kualitatif , penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2021 – Januari 2022. Subjek penelitian berjumlah 6 orang yang terdiri: Ketua tim tenaga kesehatan yang menanganani COVID-19/DPPJ, dokter, perawat, direktur rumah sakit, Kepala bidang keperawatan. Pengaturan Alur Layanan terkait pelaksanaan pelayanan COVID-19 di RSUD Kab. Kepl. Talaud menggunakan Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus disease 2019 (COVID-19), berdasarakan observasi dokumen standar operasional prosedur (SOP) tidak ditemuka di Instalasi Gawat Darurat RSUD Kab.Kepl. Talaud. Pemenuhan sarana, prasarana dan fasilitas, masih mengalami berbagai kendala ketidak cukupan saran dan prasarana. Pelaksanaan Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan dalam pelayanan COVID-19, dilaksanakan saat proses pemberian pelayanan kepada pasien. Pengetahuan dan pemahaman tim tenaga kesehatan yang menangani COVID-19 terhadap tugas dan tanggung jawab sudah baik. Faktor komitmen dan kepemimpinan terhadap pelaksanaan pelayanan COVID-19 dari anggota tim tenaga kesehatan yang menangani COVID-19 sudah baik, akan tetapi komitmen dari direktur belum terlihat nyata dalam implementasinya bagi sebagian anggota tim, faktor kuantitas dan kualitas masih kurang baik.