This Author published in this journals
All Journal Vokasi Kapuas
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perahu Sampah sebagai Alternatif Pengangkut/Pengumpul Sampah di Lingkungan Bantaran Sungai Beting Permai Pontianak Azza Arena; Syafarudin Syafarudin; Rahayu Widhiastuti
Vokasi Vol 16 No 1 (2021): Vokasi
Publisher : Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.903 KB) | DOI: 10.31573/vokasi.v16i1.156

Abstract

Produksi sampah rumah tangga setiap hari semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah produk dan pola konsumsi masyarakat. Hal yang harus dilakukan untuk mengatasi peningkatan volume sampah tersebut adalah dengan cara, mengurangi volume sampah dari sumbernya melalui pengelolaan persampahan dengan pemberdayaan masyarakat. Studi tentang pengelolaan sampah di Pemukiman Beting Permai bertujuan untuk: (1) memperoleh gambaran proses perencanaan dan pengelolaan sampah teknik operasional dengan peran serta masyarakat, (2) menginventarisir tantangan dan peluang dalam pengelolaan sampah rumah tangga, (3) mengajukan usulan pengelolaan sampah berskala rumah tangga. Jenis studi ini adalah deskriptif kuatitatif, yaitu studi yang bermaksud mendeskripsikan fenomena yang terjadi dilokasi studi. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan teknik deskriptif kuatitatif. Hasil studi menyimpulkan bahwa pengelolaan dan peran serta masyarakat Pemukiman Beting Permai dapat mereduksi timbulan sampah yang dibuang ke TPS atau TPA, namun belum optimal dilaksanakan baik dalam pemilahan dan atau dalam pengomposan karena keterbatasan sarana dan prasarana. Komposisi timbulan sampah berdasarkan pengambilan dan pengukuran terdiri dari: sampah organik 87% dan sampah anorganik 13%. Dari 79 sampel yang terkumpul dan hasil pengukuran maka timbulan sampah didapat adalah 734,341 kg/hari. Dengan timbulan sampah orgaik 639,148 kg/hari dan anorganik 95,193 kg/hari. Pola pengelolaan sampah pemukiman yang disarankan sampah dari sumber (tiap rumah) dipisahkan organic dan anorganik, dan tiap rumah tangga memiliki wadah sampah individual atau komunal. Berdasarkan hasil pola pengelolaan sampah Pemukiman Beting Permai adalah (1) kapasitas rencana wadah sampah komunal untuk rumah tangga yaitu 1 m3, (2) volume rencana pengangkutan sampah dari sumber ke TPS menggunakan sampan 1,2 m3, (3) volume rencana pengumpul atau tempat pengumpul sementara (TPS) adalah 6,28 m3. Hasil pengelolaan sampah masih sangat kurang. dan berdasarkan persepsi masyarakat, sebagian besar dinilai oleh masyarakat masih kurang baik karena dipengaruhi antara lain jumlah personil dan sarana prasarana masih sangat terbatas atau tidak ada, operasional pengangkutan yang belum optimal, masih kurang jelasnya pembagian tugas terutama pada sistem pewadahan, pemindahan, pengumpulan dan pengangkutan, masyarakat belum sepenuhnya mendukung pengelolaan sampah. Hasil analisis sampah Pemukiman Beting Permai terletak di Bantara Sungai yang image masyarakat sungai sebagai TPS besar maka Pemukiman Beting Permai perlu memiliki pewadahan sampah komunal yang terletak ditepi gertak atau jalan dimana masing-masing RT memerlukan 2 unit pewadah sampah komunal dan 1 unit sampan sampah, ritasi pengangkutannya 3 hari dengan pemisahan sampah oganik dan anorganik.
Aktivitas Pelaksanaan Pekerjaan Pembagunan Gedung Di Pandemi Covid Azza Arena; Rahayu Widiastuti
Vokasi: Jurnal Publikasi Ilmiah Vol 17 No 1 (2022): Vokasi
Publisher : Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.33 KB) | DOI: 10.31573/vokasi.v17i1.455

Abstract

The purpose of the study was to examine factors that affected the activities of project workers before and during the pandemic. Data is obtained from individual perceptions on the implementation of building construction projects. The number of questionnaires depends on the needs of project activities, based on the experience and education of Bachelor of Engineering, Vocational High School, Junior High School, Elementary School with as many as 10 questionnaires each, so a total of 40 questionnaires and questionnaires can be 30 questionnaires.The results refer to the Likert scale with the choice of scores in this study quite a lot of influence (score 4), then continued by using three tests, first the percentage of worker activity factors, both Values t (Hypothesis) and r (Cholera moment), third Static values of Xbar control process and MR. The results of the study showed: (1) The percentage value before the pandemic, bachelor of engineering, vocational school, junior high school, elementary school above 50% of worker activity factors is very influential and when the pandemic is below 50% less influential, as well as beam work both before and during a pandemic; (2) Test scores t and r before the pandemic,bachelor of engineering, vocational school, junior high school, are very influential with high r values, only elementary school, no effect and r very low. When pandemic, bachelor of engineering, vocational school, very influential with a very high r-value and junior high, elementary school, has no effect with r very low; (3) The stability of work before the pandemic,bachelor of engineering, vocational school, junior high school, elementary school, has a lot of effects. When pandemic has no effect; (4) SPC MR before the pandemic,bachelor of engineering, vocational school, not in the thoroughness, out of bounds UCL is stable because it does not include an out of control pattern. Junior high school, elementary school, is not the thoroughness because the factor of workers being out of UCL limits and LCL being unstable means there is an uncontrolled process, but elementary school is stable because it does not include an out-of-control pattern. When a pandemic, bachelor of engineering, junior high school, the elementary school are in a thoroughness and work is stable because it does not include an out of control pattern; (5) SPC Xbar during a pandemic, bachelor of engineering, vocational school, junior high school, is not in the thoroughness because on the factor of workers out of UCL limits but stable because it does not include the pattern of out of control elementary school, in the accuracy,no work activity is out of bounds UCL or LCL. Unstable because it belongs to the 8 categories of Out of Control patterns, namely category no 4.
Perbaikan dan Peningkatan Kualitas Lokasi Meriam Karbit di Jalan Imam Bonjol Gang H. Mursyi Kelurahan Benua Melayu Laut Pontianak Selatan Azza Arena; Syafarudin Syafarudin; Rahayu Widhiastuti; Sarpawi Sarpawi; Syahdansyah Syahdansyah; Tria Ningsih
Kapuas Vol 1 No 2 (2021): Kapuas : Jurnal Publikasi Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/jk.v1i2.346

Abstract

Tradisi melayu yang masih sangat kental yang merupakan warisan turun temenurun dari nenek moyang yaitu meriam karbit, tradisi membuat meriam sudah ada sejak dulu. Permasalahannya lokasi meriam karbit yang dimiliki Gang H. Mursyid kelurahan benua melayu laut membuat saya sangat terpana dan sedih karena kondisi fisik letak dan lokasi meriam karbit tidak memenuhi kriteria aman. Tujuan kegiatan PPM Meningkatkan kualitas lokasi meriam karbit menjadi secara fisisk lokasi meriam karbit memenuhi kreteria aman yaitu dengan melakukan revitalisasi lokasi meriam karbit : (1) kegiatan menyiapkan material revitalisasi gertak meriam karbit; (2) kegiatan pelaksanaan revitalisasi meriam karbit. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah: (1) survei langsung pada lokasi yang akan menjadi sasaran dari kegiatan; (2) bekerja sama dengan masyarakat setempat serta RW dan RT setempat untuk mendapatkan data kondisi; (3) dari keduanya mendapatkan kepastian tentang data sasaran, kemudian melakukan pendataan fasilas sarana prasarana untuk mendapat perbaikan dan pengadaan. Hasil kegiatan diperoleh adalah : (1) perbaikan lantai gertak lokasi meriam karbit; (2) perbaikan gertak gelegar lokasi meriam karbit; (3) perbaikan dudukan meriam karbit.