Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Pemanfaatan Sumberdaya Air Tanah dalam Pembangunan Kawasan Industri Baru Maizir
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.105 KB) | DOI: 10.21063/jts.2019.V602.046-55

Abstract

Kabupaten Lima Puluh Kota merupakan salah satu wilayah yang menjadi destinasi wisata populer di Sumatera Barat. Objek wisata yang beragam di Kabupaten Lima Puluh Kota menjadikan banyaknya alternatif pilihan bagi wisatawan. Hal ini menjadi kendala apabila wisatawan ingin melakukan wisata yang dapat menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhannya. Berdasarkan kondisi tersebut maka dirasa perlu rancangan sebuah sistem pendukung keputusan yang dapat membantu wisatawan memperoleh alternatif destinasi wisata yang tepat dan sesuai.Pada rancangan ini kriteria yang digunakan adalah jarak tempuh, waktu, biaya akses, fasilitas, transportasi dan jenis wisata. Pada penelitian ini, metode Sistem Pendukung Keputusan yang digunakan adalah TOPSIS karena metode ini memiliki komputasi yang cepat dan sederhana. Platform yang digunakan dalam perancangan sistem ini adalah berbasis web untuk mempermudah akses bagi pengguna terhadap sistem. Berdasarkan rancangan yang telah dibangun maka sistem Pendukung Keputusan dengan metode TOPSIS berbasis web dalam pemilihan lokasi wisata dapat digunakan oleh wisatawan dan memberikan alternative lokasi wisata.
STUDI ANALISIS KAPASITAS TAMPUNG DRAINASE BATANG JIRAK DI KOTA PARIAMAN Maizir
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 5 No 2 (2018): Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.847 KB) | DOI: 10.21063/jts.2018.V502.0106-116

Abstract

Batang Jirak merupakan suatu jaringan drainase induk yang mengalirkan di Kecamatan Pariaman Selatan dalam kota Pariaman sudah perlu ditata dengan baik. Debit banjir rencana dihitung berdasarkan data hujan. Analisis curah hujan rencana untuk menentukan curah hujan harian maksimum dengan Metode Distribusi Log Gumbel, dan Metode Iway. Dimensi penampang drainase dihitung dengan debit aliran periode ulang 50 tahun. Kesimpulan analisis adalah bahwa, pada umumnya penampang drainase dibagian hulu masih stabil dan mampu menampung debit rencana sebesar 9,02 m3 /dt. Penampang drainase dibagian tengah ini masih stabil dan mampu menampung debit rencana sebesar 12.47 m3 /dt. Hanya pada satu titik sepanjang 40 m, yaitu pada interval jarak (km 3.419) terdapat penyempitan aliran. Selanjutnya hampir seluruh penampang drainase dibagian hilir tidak mampu menampung kapasitas aliran yang besarnya 13.45 m3 /dt, dan perlu dinormalisasi. Keadaan inilah yang menyebabkan terjadinya genangan banjir di kawasan pemukiman di bagian hilir drainase. Solusi untuk mengatasi masalah banjir pada kawasan ini adalah dengan normalisir trase drainase untuk meningkatkan kapasitas tampungnya.
EVALUASI KEGAGALAN PEMBANGUNAN DRAINASE DALAM LINGKUNGAN DAERAH PEMUKIMAN Maizir
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 4 No 2 (2017): Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.73 KB) | DOI: 10.21063/jts.2017.V402.024-28

Abstract

Kenyataan di lapangan, beberapa lingkungan pemukiman di kota Padang memiliki jaringan drainase yang tidak berfungsi dengan baik. Hal ini dapat dilihat pada lingkungan pemukiman mulai dari Kasang, Lubuk Buaya, Tabing, Dadok, Siteba, Lapai, Khatib Sulaiman dan Gunung Pangilun di utara sampai ke pemukiman di Rawang dan Mato Aia di selatan. Dalam tulisan ini akan dibahas masalah kegagalan fungsi drainase pembuangan air hujan untuk lingkungan pemukiman di kota Padang. Beberapa rekomendasi yang menjadi penyebab kegagalan fungsi drainase dalam mengalirkan limpahan curah hujan diantaranya saluran sekunder yang masih berupa saluran alami atau anak sungai dan sempit, kemungkinan besar dipengaruhi oleh pasang di laut, saluran drainase yang masih terputus-putus, tidak terawat, penuh sedimentasi dan sampah, tidak ada lobang yang menjadi jalur aliran permukaan untuk masuk ke dalam drainase. Pada beberapa wilayah kota Padang, masih terdapat kawasan pemukiman yang genangannya dipengaruhi banjir sungai. Sampah dan sedimentasi adalah bahan yang berpengaruh sangat besar terhadap kegagalan jaringan drainase.
PEMANFAATAN ENERGI SURYA UNTUK MENCUKUPI KEBUTUHAN AIR UNTUK IRIGASI DI PROVINSI SUMATERA BARAT Maizir
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 4 No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.38 KB) | DOI: 10.21063/jts.2017.V401.034-41

Abstract

Pada tahun 1980 an banyak dibangun irigasi pompanisasi untuk daerah irigasi yang sumber airnya lebih rendah dari kawasan yang akan diairi. Rata-rata pompa irigasi tersebut menggunakan bahan bakar solar untuk operasionalnya dan dikelola oleh petani. Semenjak harga solar naik tajam, petani tidak mampu lagi membiayai operasi pompa. Akibatnya pompa sudah lama tidak berfungsi (+ 20 tahun) dan sawah-sawah pada daerah irigasi tersebut kembali berubah fungsi menjadi sawah tadah hujan.Selain itu mengingat luas daerah irigasi tadah hujan dan daerah irigasi yang sudah terlantar selama ini (50.294 hektar ) karena tidak mendapat suplai air dapat berfungsi.Masalahnya adalah pompa air dengan bahan bakar solar membutuhkan biaya yang besar untuk operasinya.Untuk mengatasi masalah tersebut, kini sudah tersedia sumber energy alternatif berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya yang bisa digunakan untuk operasional pompa guna menaikkan air ke Daerah Irigasi, yang popular dengan sebutan pompa tenaga surya (Solar Cell Pump). Biaya operasional pompa air dengan tenaga surya sangat kecil, tetapi harga panel suryanya masih tergolong mahal. Hasil analisis untuk kebutuhan air daerah irigasi seluas 92 Ha, dengan kebutuhan air lapangan 1,43 liter/detik/ha debit alirannya adalah 0,155 m3 /detik. Jika pemberian airnya dengan kapasitas penuh (Q100%),maka daya pompa yang dibutuhkan adalah 7,82 KW. Jika digunakan pompa submersible kapasitasnya terlalu besar dan tidak tersedia di pasaran. Jadi direncanakan pompa dengan kapasitas debit 50 % terpenuhi (Q50%) sebesar 0,075 m3 /detik, daya pompa yang dibutuhkan adalah 3,57 KW. Tentunya system pemberian air dilakukan dengan system rotasi.
KAJIAN PEMBANGUNAN EMBUNG IRIGASI LURAH KAPECONG DI KABUPATEN SOLOK Maizir
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 3 No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1084.465 KB) | DOI: 10.21063/jts.2016.V301.049-59

Abstract

Kawasan mulai dari Kenegarian Sirukam, Supayang, Bukik Tandang, Panyakalan, dan Gaung di Kabupaten Solok adalah daerah pertanian tanaman padi. Sampai saat ini kebutuhan air untuk pertanian masih sangat sulit dipenuhi. Untuk mengatasi kekurangan air irigasi tersebut diusahakan melalui pembangunan embung Lurah Kapecong di desa Bukit Tandang Kecamatan Bukit Sundi. Embung direncanakan dengan ketinggian 15 meter, akan membentuk genangan seluas 40 x 650 m dan volume tampungan + 260.000 m3 . Dari volume tersebut diperoleh produksi embung sebesar 0,15 m 3 /dt pada musim kemarau. Dengan produksi sebesar 0,15 m3 /dt, dan pasokan air dari saluran sekunder kiri Batang Lawas (bila dilakukan rehabilitasi saluran sehingga dapat berfungsi) dengan debit sebesar 0,60 m 3 /dt (kapasitas saluran = 1,0 m3 /dt), maka akan tersedia debit sebesar 0,75 m3 /dt, yang dapat mengairi areal sawah pada daerah Bukik Tandang, Panyakalan dan Gaung seluas + 800 ha. Untuk kondisi sekarang dengan kurangnya air terutama dimusim kemarau, maka pengolahan sawah rata-rata hanya 1 x setahun. Dengan air yang cukup, pengolahan sawah dapat dilakukan menjadi 2 x setahun, bahkan dapat 5 x dalam 2 tahun. Jika produksi sekali panen sebesar 3000 kg/ha, harga gabah kering Rp. 2000,- /kg maka produksi /panen/ha = Rp. 6 juta. Untuk penambahan 1,5 x panen menjadi Rp. 9 juta/th/ha. Lahan seluas 800 ha akan memberikan produksi menjadi Rp. 7,2 milyard /tahun.
ANALISIS REVETMENT SEBAGAI PERLINDUNGAN TEBING SUNGAI DALAM UPAYA PENGENDALIAN BANJIR (STUDI KASUS PADA SUNGAI BATANG MANGOR DI KABUPATEN PADANG PARIAMAN) Maizir
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 3 No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.16 KB) | DOI: 10.21063/jts.2016.V302.037-42

Abstract

Kerusakan tebing sungai Batang Mangor dan degradasi dasar sungai yang terjadi sudah sampai pada tahap yang mengkhawatirkan dan cenderung meningkat, yang pada waktu mendatang dapat memporak porandakan desa yang dilaluinya. Jadi perlu dicarikan solusi penanggulangan, khusus untuk sungainya berbelok-belok. Tujuannya adalah untuk pengamanan dan pembebasan desa-desa dan pemukiman penduduk dari terjangan banjir sungai dengan membuat perencaanan teknis pengaturan sungai yang mengalami kerusakan akibat banjir. Ditetapkan kemiringan memanjang rencana mendekati kemiringan rata-rata sungai di sekitar lokasi, yaitu dengan kemiringan sebesar 0.0026457. Solusi teknis yang diusulkan antara lain berupa normalisasi penampang sungai dan peninggian tanggul. Selanjutnya sisi tanggul diperkuat dengan revetment dari pasangan batu kali atau bronjong, terutama pada tikungan luar sungai. Tanggul pengaman banjir dianjurkan mengikuti alur alami sungai. Bahan tanggul direncanakan dari timbunan tanah.