Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERANAN MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR MELALUI PROGRAM PEMBERDAYAAN DI PROVINSI SUMATERA BARAT Gusni Vitri; Hazmal Herman
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 5 No 2 (2018): Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.979 KB) | DOI: 10.21063/jts.2018.V502.096-105

Abstract

Infrastruktur adalah fasilitas-fasilitas fisik yang dikembangkan atau dibutuhkan oleh agen-agen publik untuk fungsi-fungsi pemerintahan dalam penyediaan air, tenaga listrik, pembuangan limbah, transportasi dan pelayanan-pelayanan similar untuk memfasilitasi tujuan-tujuan sosial dan ekonomi. Salah satu strategi percepatan pembangunan untuk mengatasi kendala luasnya wilayah Indonesia adalah melalui pelibatan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan melalui program pemberdayaan. Di Provinsi Sumatera Barat, dilaksanakan beberapa program pemberdayaan masyarakat yaitu Program Dana Desa, Pogram Kotaku, Program Pams imas, Program Sanimas dan Pisew. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metoda deskriptif untuk mengetahui jenis infrastruktur yang di bangun, tahapan pelaksanan dan kendala-kendala yang di hadapi dalam program pemberdayaan. Pengambilan data di lakukan dengan wawancara, FGD, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Opsi pemilihan jenis infrastuktur yang dapat di bangun oleh masyarakat, lebih banyak pada program dana desa dan pisew, dan paling sedikit pada program pamsimas dan sanimas. Jenis infrastruktur yang paling banyak di bangun melalui pemberdayaan adalah jalan, sarana air minum dan sanitasi. Proses pelaksanaan pembangunan infrastruktur di mulai dari tahapan persiapan (penentuan lokasi, sosialisasi, rekrutmen pendamping program, pembentukan LKM dan KSM), tahap perencanaan (penyusunan dokumen RKM/proposal), tahap pelaksanaan pembangunan (pengadaan barang/jasa, perubahan dan serah terima), tahap pasca konstruksi (operasional dan pemeliharaan). Permasalahan-permasalahan dalam pelaksanaan program, antara lain : permasalahan tingkat masyarakat, permasalahan konsultan/fasilitator pendamping, permasalahan administrasi, permasalahan pelaksanaan pembangunan (waktu, mutu, biaya).