Tingginya kebutuhan akan tempat tinggal yang diiringi dengan berkurangnya persediaan lahan telah memicu munculnya bangunan bertingkat banyak. Namun, dibalik keunggulannya dalam hal efesiensi terhadap lahan, bangunan bertingkat banyak akan dihadapkan pada beban lateral yang cukup besar seperti beban gempa terutama jika dibangun di daerah rentan gempa. Pengaruh beban gempa terhadap struktur bangunan sangat dipengaruhi oleh kondisi struktur bangunan seperti denah dan ketinggian bangunan. Semakin tinggi bangunan, maka akan mempengaruhi responnya terhadap gempa. Dalam upaya meningkatkan kekakuan lateral pada sebuah bangunan bertingkat, struktur dinding geser telah di design dan digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh dari beberapa perubahan tata letak dinding geser terhadap nilai simpangan horisontal yang terjadi akibat beban gempa. Terdapat 5 (lima) model yang akan dianalisis, 1 model struktur tanpa dinding geser dan 4 model struktur bangunan dengan variasi penempatan dinding geser, dianalisis secara 3D menggunakan program SAP 2000 V14, dengan pemodelan berupa bangunan 20 tingkat dengan tinggi bangunan 63 m. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari semua model telah memenuhi persyaratan SNI 1726-2012, kecuali model 1 yaitu model tanpa dinding geser dimana simpangan antar lantai (drift ratio) tidak memenuhi persyaratan pada SNI 1726-2012 pasal 7.12.1. Struktur dengan dinding geser mengurangi drift dan displasement dibanding struktur tanpa dinding geser dan penempatan posisi dinding geser berpengaruh terhadap nilai displasement dan drift. Dari model struktur 2, 3, 4, dan 5 posisi penempatan dinding geser menunjukkan model 3 (dinding geser terletak pada bagian tengah sisi luar gedung) paling efektif dalam mengurangi drift dan displasemen.