Keberhasilan dalam pembuatan beton sangat ditentukan oleh cara pencampuran atau pengadukan beton. Pengadukan beton dapat dilakukan dengan dua metode yaitu pengadukan manual dan pengadukan masinal dengan molen. Pencampuran beton yang dilakukan di lapangan, untuk beton non struktur dan volume kecil biasanya pengadukan beton dilakukan secara manual dengan menggunakan perbandingan volume, sedangkan untuk beton mutu sedang dan volume tidak terlalu banyak dilakukan pengadukan dengan molen. Pada penelitian ini bahan penyusun beton menggunakan perbandingan volume dengan komposisi 1 bagian semen, 2 bagian pasir, dan 3 bagian koral. Pengadukan beton dilakukan dengan metode manual pengadukan di atas beton dan pengadukan di atas tanah, dan metode masinal pengadukan dengan molen Benda uji yang digunakan berupa kubus dengan ukuran 15 cm x 15 cm x 15 cm, masing-masing sebanyak 3 buah sampel untuk setiap cara pengadukan beton. Pengujian kuat tekan beton dilakukan pada umur beton 28 hari. Hasil penelitian menujukkan bahwa metode pengadukan beton mempengaruhi kuat tekan beton yang dihasilkan. Metode pengadukan beton masinal dengan molen terjadi kenaikan kuat tekan dibandingkan dengan metode pengadukan manual di atas beton dan metode pengadukan manual di atas tanah masing-masing berturutturut sebesar 39,08% dan 64,72%.