Silvia Jocunda, Silvia
Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KARAKTERISTIK RUANG PARKIR DI PUSAT PERBELANJAAN JALAN TANJUNGPURA KOTA PONTIANAK Jocunda, Silvia; Purnomo, Yudi
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.487 KB) | DOI: 10.26418/lantang.v1i1.18806

Abstract

Parkir merupakan tempat pemberhentian kendaraan di suatu kawasan atau bangunan, dimana masyarakat melakukan berbagai aktivitas. Pusat aktivitas untuk masyarakat agar bisa melakukan berbagai aktivitas dapat berupa kawasan pusat perbelanjaan. Daya tarik kawasan dengan tingkat mobilitas barang dan manusia, menciptakan pergerakan lalu lintas yang padat di kawasan tersebut. Peningkatan kebutuhan ruang parkir yang tidak diikuti oleh peningkatan ketersediaan kapasitas ruang parkir di pusat perbelanjaan, berpotensi menyebabkan permasalahan seperti kemacetan arus lalu lintas  karena adanya kendaraan yang parkir di fasilitas umum seperti trotoar dan bahu jalan, kerawa-nan kecelakaan lalu lintas, penurunan kualitas pelayanan jalan, dan lain-lain. Pemaha-man tentang ruang parkir di pusat perbelanjaan diperlukan semua stakeholders yang berfungsi sebagai referensi perencanaaan ruang parkir yang baik di kawasan dan bangunan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan ruang parkir di suatu pusat perbelanjaan. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis non-statistik dan statistik dengan menganalisis karakteristik parkir, pola parkir, kapasitas jalan, dan tingkat pelayanan jalan. Lokasi penelitian berada di pusat perbelanjaan yang terletak di Jalan Tanjungpura, Kota Pontianak. Dari penelitian ini ditemukan hasil bahwa karakteristik ruang  parkir  pada  kawasan pusat perbelanjaan  dipengaruhi  oleh  pola aktivitas kegiatan bongkar muat barang dan durasi parkir kendaraan pengangkut barang serta  pola aktivitas kegiatan berbelanja pengunjung  yang menggunakan  mobil penumpang. Penataan menggunakan pola parkir dengan sudut 0 di badan jalan akan meningkatkan kapasitas jalan. Pusat perbelanjaan dengan model shopping street akan menarik jumlah pergerakan kendaraan  lebih kecil jika dibandingkan dengan  model department store. Jenis parkir on street di pusat perbelanjaan (shopping street) memiliki tingkat efektivitas pergantian kendaraan yang parkir lebih baik jika dibandingkan dengan jenis parkir off street di pusat perbelanjaan seperti department store. Parking lot is a place where vehicle stop in an area or a building, where people perform various activities. The center of activity for people may form into several kinds; one of them is shopping center. Mobility level of goods and people in the shopping center, creating a heavy traffic movement in/out of area/building. The increased needs for parking spaces that are not followed by the availability of parking space in shopping center will potentially cause problems. The problems are: traffic congestion as the consequence of parking at public facilities (sidewalks and paving), accidents, the quality reduction of service roads, etc. Knowledge about “parking spaces” in the shopping center is needed by stakeholders as a reference to planning a good parking space for building/area. The purpose of this study is to investigate and explain the parking space at shopping center. The methods of this research is non-statistical and statistical analysis, used to analyze the characteristics of parking, patterns, road capacity and level of service. The research location is in the shopping center located at Jalan Tanjungpura Pontianak. The results of this study discover that the characteristic of parking lot in shopping center of Tanjungpura street are influenced by the activities pattern ofloading/unloading goods and the durations of cargo car parks, and the visitor’s shopping activities with passenger car. On-street parking will increase the road capacity by arrange it with 0° parking pattern. Shopping center with shopping street model attract more smaller vehicles movement if compared to department store model. On-street parking in shopping street has a better turnovers effectiveness rate rather than off-street parking in the department storeREFERENCESBeddington, Nadine. 1982. Design For Shopping Centres. London: Butterworth Scientific.Departemen Perhubungan Direktur Jendral Perhubungan Darat. 1996. Pedoman Teknis Penyelenggaraan Fasilitas Parkir. Jakarta: Departemen Perhubungan Direktur Jendral Perhubungan Darat.Directorate Of Urban Road Development. 1997. Highway Capacity Manual Project (HCM). Jakarta: Directorate General Bina Marga.Gruen, Victor. 1973. Centers For The Urban Enviroment: Survival Of The Cities. New York: Van Nostrand Reinhold Co.Hakim, Rustam dan Hardi Utomo. 2003. Komponen Perancangan Arsitektur Lansekap. Jakarta: PT. Bumi Aksara.Marlina, Endy. 2008. Panduan Perancangan Bangunan Komersial. Yogyakarta: AndiMunawar, Ahmad. 2009. Manajemen Lalu Lintas Perkotaan. Yogyakarta: Beta OffsetNeufert, Ernest. 2002. Data Arsitek Jilid II Edisi 33. Jakarta: Erlangga.Setijowarno dan Frazilia R.B. 2001. Pengantar Sistem Transportasi. Semarang: Unika Soegijaprata.Tamin, Ofyar Z. 2000. Perencanaan dan Permodelan Transportasi, Edisi Kedua. Bandung: Institut Teknologi Bandung.Transportation Research Board. 1994. Highway Capacity Manual, Third Edition Special Report 209. Washington D.C: National Research Council.Warpani, Suwardjoko. 1988. Rekayasa Lalu Lintas. Jakarta: PT. Bhratara Niaga Media
PUSAT INFORMASI BUDAYA TIONGHOA KALIMANTAN BARAT Jocunda, Silvia
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 2, No 1 (2014): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4049.676 KB) | DOI: 10.26418/jmars.v2i1.7363

Abstract

Kalimantan Barat memiliki keberagaman budaya yang terdiri dari 3 etnis mayoritas yaitu Melayu, Dayak dan Tionghoa. Kebudayaan Tionghoa Kalimantan Barat berumur ribuan tahun, sehingga perlu dilestarikan agar dapat dipelajari oleh generasi masa kini dan yang akan datang. Saat ini, fasilitas informasi budaya Tionghoa di Kalimantan Barat sangat minim, sehingga informasi budaya Tionghoa belum terfasilitasi dengan baik. Perencanaan dan perancangan Pusat Informasi Budaya Tionghoa Kalimantan Barat sangat penting karena dapat merepresentasikan dan menjadi wadah informasi budaya Tionghoa di Kalimantan Barat. Pusat Informasi Budaya Tionghoa Kalimantan Barat merupakan fasilitas yang memiliki informasi berupa bahasa, sistem pengetahuan, organisasi sosial, sistem peralatan hidup dan teknologi, sistem mata pencaharian hidup, sistem religi, dan kesenian etnis Tionghoa Kalimantan Barat. Lokasi perancangan berada di kawasan pendidikan Universitas Tanjungpura, Pontianak. Hal ini untuk mendukung kawasan dan bangunan perancangan yang berbasis sumber informasi dan pendidikan. Kondisi eksisting site dikelilingi oleh jalan dan membuat site mudah untuk diakses dari berbagai arah. Pusat informasi budaya Tionghoa Kalimantan Barat memiliki 3 fungsi yaitu fungsi informasi, fungsi edukasi, dan fungsi rekreasi. Konsep utama dari pusat informasi budaya Tionghoa Kalimantan Barat adalah open access. Bangunan bersifat terbuka, mudah diakses pengunjung, ruang bersama, fasilitas yang memudahkan pengunjung untuk mendapatkan, menikmati dan mempelajari informasi kebudayaan.   Kata kunci: Pusat Informasi Budaya, Tionghoa, Kalimantan Barat