Lela Mantili ., Lela Mantili
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN KONDISI FISIK RUMAH DAN LINGKUNGAN SEKITAR RUMAH DENGAN KEJADIAN MALARIA DI DESA TANJUNG SATAI KECAMATAN PULAU MAYA KARIMATA KABUPATEN KAYONG UTARA TAHUN 2010 ., Lela Mantili
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa PSPD FK UNTAN Tahun 2014
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Malaria merupakan salah satu penyakit menularyang menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia termasuk diIndonesia. Kecamatan Pulau Maya Karimata adalah salah satu dari6 kecamatan yang ada di Kabupaten Kayong Utara yangmenduduki peringkat pertama untuk kasus malaria positif padatahun 2010. Kejadian malaria dipengaruhi oleh kondisi fisik rumahpenduduk dan lingkungan sekitar rumah penduduk. Tujuan:Mengetahui  hubungan antara kondisi fisik rumah dan lingkungansekitar rumah dengan kejadian malaria di Desa Tanjung SataiKecamatan Pulau Maya Karimata Kabupaten Kayong Utara padaTahun 2010. Metodologi: Penelitian ini merupakan survei analitikdengan rancangan case control. Kasus adalah penderita malariapositif pada tahun 2010 dan kontrol adalah penduduk yang tidakpernah menderita malaria. Analisis dilakukan secara bivariatdengan menggunakan uji Chi-Square dan analisis multivariatdengan menggunakan regresi logistik. Hasil Penelitian: Jumlahsampel penelitian adalah 132 responden dengan 66 respondenkasus dan 66 responden. Variabel bebas yang memiliki hubungansignifikan dengan kejadian malaria (p=<0,05) dan merupakan faktorrisiko kejadian malaria adalah kerapatan dinding rumah,keberadaan plafon rumah, genangan air, semak-semak, dankandang ternak. Sedangkan keberadaan kawat kassa tidakmemiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian malaria (p=1).Seseorang yang mempunyai keempat faktor risiko tersebut memilikikemungkinan terkena malaria sebesar 99% lebih besar daripadaseseorang yang tidak memiliki faktor risiko. Kesimpulan: Variabelyang merupakan faktor risiko kejadian malaria adalah kerapatandinding, keberadaan semak-semak, genangan air, dan kandangternak. Sehingga disarankan untuk meningkatkan kegiatanpembersihan lingkungan sehingga tidak menjadi sarang nyamuk.Kata Kunci: Kondisi Fisik Rumah, Lingkungan Sekitar Rumah,Malaria