Latar Belakang : Dermatitis atopik merupakan penyakit peradangan kulitkronis yang dapat terjadi pada semua umur. Berbagai faktor risiko dapatmempengaruhi dermatitis atopik. Ketidakmampuan fungsi sawar kulit padapenderita dermatitis atopik dapat menyebabkan kulit penderita dermatitisatopik lebih mudah mengalami infeksi ataupun infestasi mikroorganismetermasuk skabies. Penderita skabies yang memiliki riwayat dermatitis atopikcenderung akan menderita skabies yang lebih parah. Pengobatan skabiesbiasanya memakan waktu selama dua hingga empat minggu, namunriwayat dermatitis atopik pada penderita skabies dapat menjadi penyulitpemulihan skabies. Penelitian mengenai peran dermatitis atopik sebagaisalah satu penyulit pemulihan penyakit kulit khususnya skabies belumpernah dilakukan. Tujuan : Penelitian ini dilakukan untuk mengkajipengaruh riwayat dermatitis atopik terhadap durasi pemulihan skabies diPondok Pesantren Mathla’ul Anwar Pontianak. Metode : Penelitian inimerupakan studi analitik dengan pendekatan cross sectional. Datadiperoleh dari catatan evaluasi pengobatan skabies oleh dokter spesialiskulit Hasil : Jumlah sampel adalah 43 orang. Sebanyak 21 santri denganpemulihan skabies yang cepat dan 22 orang santri dengan durasipemulihan skabies yang lama. Analisis data melalui uji Chi squaremenunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengaruh riwayat dermatitisatopik terhadap durasi pemulihan skabies (p=0,000). Kesimpulan :Terdapat pengaruh yang bermakna antara riwayat dermatitis atopikterhadap pemulihan skabies Kata kunci : Riwayat dermatitis atopik, Durasi pemulihan skabies