Yerimadesi Yerimadesi
Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Padang, Padang – Sumatera Barat, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penentuan Kondisi Optimum Proses Degradasi Zat Warna Methylene Blue Pada Reaktor Fotokatalitik TiO2 – PEG Rezki Pratama; Hardeli Hardeli; Yerimadesi Yerimadesi
Jurnal Periodic Jurusan Kimia UNP Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Departemen Kimia FMIPA UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.458 KB) | DOI: 10.24036/p.v1i2.2525

Abstract

Methylene Blue merupakan zat warna dasar yang penting dalam proses pewarnaan kulit, kain mori, dan kain katun. Pembuangan zat warna ini ke lingkungan perairan menjadi ancaman serius bagi organism aquatik di dalamnya. Proses fotokatalitik dengan semikonduktor TiO2 merupakan teknologi yang potensial dalam memineralisasi zat-zat berbahaya yang sulit dibiodegradasi. Penelitian ini bertujuan menentukan jumlah kolom gelas dan lama penyinaran optimum  reaktor fotokatalitik guna mendegradasi zat warna Methylene Blue 5 ppm. Dalam penelitian ini, digunakan TiO2 Degussa P 25 dengan penambahan zat aditif PEG guna memperbaiki sifat-sifat katalis. Penelitian ini menggunakan dua varibel yaitu varibel pertama adalah  lama penyinaran, dengan 7 variasi waktu. Varibel kedua adalah jumlah kolom gelas dengan 6 variasi kolom gelas. Setelah dilakukan proses degradasi, absorbansi Methylene Blue diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan produk degradasi yang terbentuk pada kondisi optimum diidentifikasi menggunakan GC-MS. Dari hasil penelitian didapatkan kondisi optimum  reaktor fotokatalitik yaitu pada jumlah kolom gelas 10 buah dan lama penyinaran selama 6 jam. Pada kondisi ini diperoleh persentase degradasi sebesar 79,49 %. Hasil karakterisasi dengan XRD menunjukkan TiO2 Degussa P-25 merupakan campuran anatase dan rutile dengan ukuran Kristal sebesar 20,571558 nm. Identifikasi dengan GC-MS menunjukkan banyak puncak yang saling tumpang tindih yang menandakan Methylene Blue telah mengalami degradasi.