Oskar Sopang
Sekolah Tinggi Teologi Star's Lub Luwuk Banggai

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

NILAI PENGANTIN PEREMPUAN DALAM MAS KAWIN SUKU BANGGAI DITINJAU DARI KONSEP IMAGO DEI DALAM KEJADIAN 1:26-27 Yusdian Lumbon; Ermin Alperiana Mosooli; Oskar Sopang
Misioner Vol 1 No 1 (2021)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI KIBAID

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.347 KB) | DOI: 10.51770/jm.v1i1.3

Abstract

This study aims to examine the bride's value in the Banggainese (in Central Sulawesi Province, Indonesia) dowry tradition from the concept of man and woman as Imago Dei in Genesis 1: 26-27. The method used is a literature study with content analysis as a data analysis technique. The results showed that the prospective bride's value in the Banggainese dowry tradition contradicts the human concept as Imago Dei in Gen 1: 26-27. As Imago Dei, women and men are created equal and are equally servants of Allah whose position is above other creations. The bride's value in the Banggainese dowry tradition shows that women's status is lower than men. It put a prospective bride as an object who could exchange for family prestige and adjusted with things like money.
DIALEKTIKA TANGGUNG JAWAB MORAL DAN KOMUNIKASI ORANG TUA KRISTEN DALAM PENDIDIKAN SEKSUALITAS ANAK PEREMPUAN Anaberta Sopang; Ermin Alperiana Mosooli; Oskar Sopang
MARSAHALA : Jurnal Studi Agama dan Budaya Vol 2 No 1 (2026)
Publisher : L-SAPIKA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64099/kf2cxg27

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran orang tua dalam pendidikan seksualitas anak perempuan berbasis nilai Kristen di komunitas perdesaan yang menghadapi tantangan tingginya angka kehamilan tidak diinginkan. Menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, penelitian ini melibatkan 48 orang tua di Jemaat Hosiana, Kabupaten Banggai, sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif untuk melihat rata-rata kecenderungan perilaku responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memiliki kesadaran tanggung jawab yang tinggi (Mean 3,75) dengan penekanan utama pada nilai teologis bahwa tubuh adalah bait Roh Kudus (Mean 3,79). Meski demikian, tingkat kenyamanan orang tua dalam mendiskusikan seksualitas secara terbuka masih berada pada kategori sedang (Mean 2,85) dan ketersediaan program edukasi dari pihak gereja dinilai masih sangat rendah (Mean 1,79). Kesimpulannya, terdapat dialektika antara idealisme tanggung jawab moral dengan kendala komunikasi praktis serta minimnya dukungan institusional. Temuan ini mengimplikasikan perlunya penguatan sinergi antara keluarga dan gereja melalui pelatihan teknis komunikasi bagi orang tua guna menjamin perlindungan moral dan masa depan anak perempuan secara optimal.