Haidi Hajar Widagdo
IAIN Antasari Banjarmasin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Relasi Alam dan Agama (Sebuah Upaya Penyelarasan antara Budaya Mistis dengan Pelestarian Lingkungan) Haidi Hajar Widagdo
ESENSIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol. 13 No. 2 (2012)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/esensia.v13i2.741

Abstract

“As khalifa, God assigned to manage nature, but in fact some of them actually, exploiting natural results that ultimately lead to natural disasters all over the places. To refine and guide human intellect and moral management, religion was revealed. Some of religion 'primitive', called animist believes that the universe does have a soul, when the soul is in existence disturbed then they would be angry, and it will harm human beings, this is actually quite similar to what is being taught other religions, especially Islam. Where is the anger of nature that was the result of human action itself.”
Dualisme Agama: Menilik Peranannya atas Kedamaian dan Kesengsaraan Haidi Hajar Widagdo
ESENSIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol. 14 No. 2 (2013)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/esensia.v14i2.754

Abstract

Agama memainkan peran penting dalam kehidupan manusia, sebagai  sesuatu yang memiliki fungsi pengatur kehidupan manusia, agama seharusnya membawa kepada perdamaian serta kasih sayang, namun dalam kenyataan seringkali agama berubah fungsi. Layaknya dua sisi mata uang. Agama yang awalnya menjadi sumber kedamaian dan kebahagiaan, seringkali berubah menjadi sumber ketegangan, teror yang menakutkan. Vandalisme dan tindakan kekerasan lainnya sering kali beratasnamakan agama. Otoritas keagamaan disalahgunakan dan itu terjadi berulang-ulang, dan akhirnya kesucian agama itu ternodai. Pemaknaan nilai agama sebagai sebuah entitas yang membawa perdamaian harus disadari kembali, sehingga agama dapat kembali ke fungsi awalnya sebagai pusat kedamaian.[Religion plays an important role in human life, as something that has a regulatory function of human life, religion should lead to peace and love, but in reality often religious change function. Like the two sides of the coin. Religion is initially a source of peace and happiness, often turn out to be a source of tension, terror scary. Vandalism and other acts of violence often beratasnamakan religion. Religious authority abused and it happens over and over again, and finally the sanctity of religion was tainted. Meaning of religious values as an entity that brings peace have to realize again. Thus, religion can be returned to the original function as a center of peace.]