Suatu sistem tenaga listrik mencakup tiga bagian utama, yakni pusat pembangkit tenaga listrik, saluran transmisi dan sistem distribusi. Sistem dikatakan baik bila ketiga bagian di atas bekerja secara optimal, andal dan ekonomis. Pada penelitian ini akan dibahas penjadwalan pembangkitan energi listrik dan aspek ekonominya. Dalam pembangkitan energi listrik, minimalisasi biaya operasi menjadi sangat penting. Minimalisasi biaya oprasi pembangkit merupakan permasalahan optimalisasi di mana penjadwalan produksi pembangkit harus dilakukan dengan sebaik-baiknya. Pembangkit dengan biaya operasi paling kecil harus dimaksimalkan penggunaannya dan pembangkit dengan biaya operasi paling besar, penggunaannya diminimalkan. Namun, pemanfaatan pembangkit biaya terkecil ini selalu dibatasi oleh keterbatasan sumber daya, seperti kapasitas maksimum setiap pembangkit, permintaan energi listrik yang harus di penuhi, keandalan, pemakaian bahan bakar, maupun margin reserve untuk setiap pembangkit. Kondisi di atas menuntut dilakukannya penjadwalan dengan metode yang tepat sehingga menghasilkan biaya operasi pembangkit dengan seminimal mungkin. Pemrograman dinamik menjadi salah satu metode yang digunakan untuk menyusun koordinasi operasi pembangkit termal. Dengan Keunggulan yang dimilikinya, penerapan Pemrograman dinamik dalam penjadwalan pembangkit listrik termal Sistem Tenaga Listrik Sulawesi Selatan pada tanggal 04 April 2010 antara pukul 01.00 sampai pukul 24.00 menghasilkan kombinasi optimum dengan biaya yang minimum dengan total penghematan biaya operasi pembangkitan sebesar Rp.491.772.687,8 sedangkan