Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Ppat Selaku Pengguna Layanan Pengecekan Sertipikat Secara Elektronik Sebagai Upaya Perlindungan Bagi Para Pihak Yang Melakukan Peralihan Hak Milik Alya Shafira
Indonesian Notary Vol 3, No 2 (2021): Indonesian Notary
Publisher : Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.433 KB)

Abstract

Pengecekan sertipikat dilakukan untuk menyesuaikan data fisik dan data yuridis pada sertipikat hak atas tanah. Hal ini untuk mengetahui data fisik dan data yuridis yang tersimpan dalam peta pendaftaran, daftar tanah, surat ukur dan buku tanah. Pada pelaksanaannya pengecekan sertipikat menjadi kewajiban Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) sebelum membuat akta yang berisi perbuatan hukum yang akan dilakukan oleh pemegang hak atas tanah. Berjalannya waktu pengecekan sertipikat sudah mengikuti perkembangan teknologi dengan beralih menjadi layanan berbasis elektronik. Pengecekan elektronik sebagaimana diatur di dalam Peraturan Menteri Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Nomor 5 Tahun 2017 tentang Layanan Informasi Pertanahan Secara Elektronik. Sebagai pejabat umum dan mitra Kantor Pertanahan, PPAT berwenang dalam membuat akta dan mendaftarkan akta serta memiliki kewajiban untuk memastikan semua dokumen maupun sertipikat telah sesuai dengan data elektronik hasil pengecekan sertipikat sebelum akta dibuat agar menjamin kepastian kedudukan seseorang sebagai subjek hak atas tanah. Kata Kunci: Layanan Elektronik, Pengecekan Sertipikat, Peran PPAT.
Penerapan Metode Certainty Factor Pada Sistem Pakar Untuk Diagnosis Awal Penyakit Tuberculosis (TBC) Studi Kasus: Puskesmas Cikarang Timur Handala Simetris Harahap; Alya Shafira
Jurnal SIGMA Vol 14 No 4 (2023): Desember 2023
Publisher : Teknik Informatika, Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37366/sigma.v14i4.7317

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan mudah menular melalui droplet di udara. Berdasarkan Global TB Report 2022, kasus TBC tertinggi di kawasan industri Cikarang terjadi pada kelompok usia produktif 25–34 tahun. Puskesmas Cikarang Timur memiliki keterbatasan tenaga ahli, sehingga diperlukan solusi untuk membantu proses diagnosis awal penyakit TBC secara lebih cepat dan efisien. Penelitian ini mengembangkan sistem pakar berbasis metode Certainty Factor yang memanfaatkan sembilan gejala utama untuk mendiagnosis kemungkinan penyakit TBC. Sistem menghasilkan output berupa persentase tingkat kemungkinan penyakit yang dialami pengguna beserta saran penanganan awal berdasarkan gejala yang dipilih. Sistem pakar yang dibangun diharapkan dapat menjadi media informasi mengenai penyakit TBC sekaligus membantu masyarakat, khususnya penderita TBC paru, dalam melakukan diagnosis awal secara praktis dengan mempertimbangkan keterbatasan waktu, jarak, dan biaya.