This Author published in this journals
All Journal Jurnal Arrabona
Yusmaliani Yusmaliani
STT Arrabona Bogor

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MEMBEDAKAN PENYAKIT JIWA DAN KERASUKAN SETAN DALAM PELAYANAN Yusmaliani Yusmaliani
Jurnal Arrabona Vol. 2 No. 1 (2019): Agustus
Publisher : Departemen Literatur dan Media, Sekolah Tinggi Teologi Arrabona Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.697 KB) | DOI: 10.57058/juar.v2i1.28

Abstract

Penyakit jiwa dan kerasukan setan adalah dua masalah yang sering ditemui dalam pelayanan. Namun, tidak semua pelayan kompeten dalam melayani mereka yang sedang menderita penyakit tersebut dan mengalami gangguan kerasukan setan. Bahkan cenderung keliru dalam menanganinya. Hal ini disebabkan kedua masalah ini seringkali menunjukkan gejala yang hampir sama. Akan tetapi kedua malasah ini mempunyai gejala yang berbeda. Penyakit jiwa memang diakui sangat beragam. Karena itu tulisan ini, hanya akan membahas salah satu dari sekian banyak penyakit yang tergolong penyakit jiwa yakni Skizofrenia. Skizofrenia adalah gangguan jiwa yang ditandai dengan gangguan proses berpikir dan tanggapan emosi yang lemah. Keadaan ini pada umumnya dimanifestasikan dalam bentuk halusinasi pendengaran, paranoid atau waham yang ganjil, atau cara berbicara dan berpikir yang kacau, dan disertai dengan disfungsi sosial dan pekerjaan yang signifikan.[1] Sedangkan kerasukan setan berarti seseorang dalam pengendalian/penguasaan secara mutlak oleh setan yang meliputi kehendak dan kekuatan manusia. Penanganan untuk skizofrenia yang paling sesuai dengan hasil penelitian mutakhir ada di Inggris. Yang ditandai dengan dikeluarkannya keputusan oleh Menteri Kesehatan bahwa penanganan untuk skizofrenia pada dasarnya adalah terapi obat antipsikotik. Pada saat yang sama, pasien skizofrenia selalu diberikan tawaran untuk mendapatkan terapi kognitif perilaku untuk skizofrenia dari psikolog klinis dewasa. Penanganan untuk orang-orang yang dirasuk setan adalah mengusir setan yang merasukinya dan membimbingnya datang kepada Tuhan Yesus sebagai JuruselamatNya. Sebab orang percaya tidak akan dapat dikuasai setan sebab Roh Kudus yang ada dalam dirinya lebih besar dari kuasa apa pun. Tuhan Yesus tak akan memberikan pencobaan melampaui kekuatannya. Karena itu, penting mengenali ciri dari kedua masalah itu agar dapat memberi pelayanan sebagaimana seharusnya. Pelayan tidak melakukan tindakan keliru dengan semua kondisi yang mirip kerasukan setan diusir dengan menengking setan, seperti tindakan gegabah yang dilakukan orang yang tak memahaminya. [1] https://id.wikipedia.org/wiki/Skizofrenia
HAMBA TUHAN YANG SIAP MENANTANG JAMAN Uraian Eksegesis 1 Raja-Raja 17:1-6 Yusmaliani Yusmaliani
Jurnal Arrabona Vol. 2 No. 2 (2020): Februari
Publisher : Departemen Literatur dan Media, Sekolah Tinggi Teologi Arrabona Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.778 KB) | DOI: 10.57058/juar.v2i2.31

Abstract

Gereja tengah membutuhkan hamba Tuhan yang siap menantang dan menghadapi jaman. Hamba Tuhan yang tidak hanya berpengetahuan teologi dan lulus dari seminari, melainkan yang siap melayani di tengan kondisi jaman.
POSTMODERNISME DAN PENGARUHNYA BAGI IMAN KRISTEN Yusmaliani Yusmaliani
Jurnal Arrabona Vol. 4 No. 1 (2021): Agustus
Publisher : Departemen Literatur dan Media, Sekolah Tinggi Teologi Arrabona Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.753 KB) | DOI: 10.57058/juar.v4i1.48

Abstract

Artikel ini menguraikan tentang isu postmorenisme yang berkembang dengan maraknya dan pengaruhnya terhadap iman Kristen dan bagaimana untuk menyikapinya.