Ikawati Moita, Juhaepa, Ratna Supiyah
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERAN GANDA ORANG TUA TUNGGAL DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN KELUARGA (Studi Di Desa Tambakua Kecamatan Landawe Kabupaten Konawe Utara) Ikawati Moita, Juhaepa, Ratna Supiyah
Jurnal Neo Societal Vol 4, No 4 (2019): Edisi Oktober
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.082 KB) | DOI: 10.52423/jns.v4i4.8945

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih mendalam terkait dengan Strategi single father (duda) dalam menyelesaikan tugas domestik (rumah tangga), dan Strategi single father dalam memenuhi kebutuhan domestik keluarga di Desa Tambakua Kecamatan Landawe Kabupaten Konawe Utara). Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi Penelitian Desa Tambakua Kecamatan Landawe Kabupaten Konawe Utara, teknik pengumpulan data melalui kajian pustaka dan penelitian lapangan, yang diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini adalah bahwa suami yang berstatus sebagai duda di Desa Tambakua  harus bisa menjalankan dua peran yaitu peran suami itu sendiri dalam mencari nafkah serta menggantikan peran sang isteri di dalam rumah tangga. Ketika mencari nafkah selain pekerjaan pokok yang dilakukan mereka juga mempunyai pekerjaan sampingan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan mereka juga membiasakan untuk menyimpan penghasilannya. Suami selalu berusaha menciptakan suatu keakraban dalam rumah tangga dan suami juga selalu memprioritaskan pendidikan pada anak. Ayah selalu protektif dalam melindungi anak dengan cara memberikan batasan-batasan bermain pada anak. Dalam hal kasih sayang suami mampu mengganti kasih sayang yang biasanya diberikan ibu kepada anak, ayah memberikan kasih sayang dan perhatian lebih kepada anak dengan selalu mengajak anak jalan-jalan. Walaupun terkadang ayah juga harus menitipkan anaknya kepada saudaranya ketika ia sudah mulai sibuk untuk bekerja.