Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DALAM MENERAPKAN PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PROJECT BASED LEARNING) MELALUI WORKSHOP Jannes Siregar
JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ILMU PENDIDIKAN (JIP)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.168 KB) | DOI: 10.32696/jip.v3i1.1293

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru dalam menerapkan Pembelajaran berbasis proyek (project based learning) melalui workshop di SMP Negeri 43 Medan, SMP Harapan Mekar Medan, SMP Swasta PGRI-3 Medan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan sekolah melalui 2 siklus, dimana masing-masing siklus memiliki tahap: (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan dan Pengamatan, (3) Evaluasi dan (4) Refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah guru guru yang mengajar di SMP Negeri 43 Medan, SMP Harapan Mekar Medan, SMP Swasta PGRI-3 Medan dengan jumlah 30 guru guru.Teknik pemgumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, kuesioner dan studi dokumentasi.Teknik analisa data yang digunakan adalah dengan menggunakan teknik perhitungan persentase jumlah guru yang telah menerapkan pembelajaran berbasis proyek (project based learning) dan persentase jumlah guru yang belum menerapkan Pembelajaran berbasis proyek (project based learning). Hasil penelitian menunjukkan: (1). Terdapat peningkatan jumlah guru yang menerapkan Pembelajaran berbasis proyek (project based learning) dari 30 guru guru, baru 20 (66,67%) guru menerapkan Pembelajaran berbasis proyek (project based learning) pada siklus I kemudian meningkat pada siklus II menjadi 27 (90,0%) guru yang sudah mampu menerapkan Pembelajaran berbasis proyek (project based learning) pada proses pembelajaran di dalam kelas; (2) Terdapat penurunan jumlah guru yang tidak mampu menerapkan pembelajaran berbasis proyek (project based learning), dari 30 guru guru, sebanyak 10 (33,33%) guru belum mampu menerapkan Pembelajaran berbasis proyek (project based learning) pada siklus I kemudian pada siklus II terjadi penurunan jumlah guru yang belum mampu menerapkan Pembelajaran berbasis proyek (project based learning), menjadi 3 (10,0%) guru yang belum mampu menerapkan Pembelajaran berbasis proyek (project based learning) secara utuh; (3) Kompetensi profesional guru dalam menerapkan pembelajaran berbasis proyek (project based learning) dapat ditingkatkan melalui workshop dan supervisi akademik.
MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL DALAM MENERAPKAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PROBLEM BASED LEARNING) MELALUI Jannes Siregar
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 3 No. 1 (2022): JP-IPS
Publisher : FKIP UMN ALWASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.914 KB) | DOI: 10.32696/jpips.v3i1.1256

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru dalam menerapkan Pembelajaran berbasis Masalah (Problem based learning) melalui workshop di SMP Negeri 43 Medan, SMP Harapan Mekar Medan, SMP Swasta PGRI-3 Medan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan sekolah melalui 2 siklus, dimana masing-masing siklus memiliki tahap: (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan dan Pengamatan, (3) Evaluasi dan (4) Refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah yang mengajar di di SMP Negeri 43 Medan, SMP Harapan Mekar Medan, SMP Swasta PGRI-3 Kota Medan dengan jumlah 30 guru guru. Teknik pemgumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, kuesioner dan studi dokumentasi.Teknik analisa data yang digunakan adalah dengan menggunakan teknik perhitungan persentase jumlah guru yang telah menerapkan pembelajaran berbasis Masalah (Problem based learning) dan persentase jumlah guru yang belum menerapkan Pembelajaran berbasis Masalah (Problem based learning). Hasil penelitian menunjukkan: (1). Terdapat peningkatan jumlah yang menerapkan Pembelajaran berbasis Masalah (Problem based learning) dari 30, baru 20 (66,67%) guru menerapkan Pembelajaran berbasis Masalah (Problem based learning) pada siklus I kemudian meningkat pada siklus II menjadi 27 (90,0%) yang sudah mampu menerapkan Pembelajaran berbasis Masalah (Problem based learning) pada proses pembelajaran di dalam kelas; (2) Terdapat penurunan jumlah guru yang tidak mampu menerapkan pembelajaran berbasis Masalah (Problem based learning), dari 30 guru guru, sebanyak 10 (33,33%) guru belum mampu menerapkan Pembelajaran berbasis Masalah (Problem based learning) pada siklus I kemudian pada siklus II terjadi penurunan jumlah guru yang belum mampu menerapkan Pembelajaran berbasis Masalah (Problem based learning), menjadi 3 (10,0%) yang belum mampu menerapkan Pembelajaran berbasis Masalah (Problem based learning) secara utuh; (3) Kompetensi profesional guru dalam menerapkan pembelajaran berbasis Masalah (Problem based learning) dapat ditingkatkan melalui workshop.