Rasmin Simbolon
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MEMBUAT MEDIA PEMBELAJARAN PEMUAIAN MELALUI WORKSHOP MODEL TMK Rasmin Simbolon
JURNAL PENELITIAN BIDANG PENDIDIKAN Vol 21, No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpbp.v21i1.2985

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana upayameningkatkan kompetensi guru membuat media pembelajaran IPA, khususnyapemuaian. Penelitian ini dilaksanakan di  SMP Negeri 23 Medan dan subjekpenelitian adalah guru IPA SMP Sub Rayon 23 Kota Medan sebanyak  9 orang.Objek penelitian adalah media pembelajaran khususnya pemuaian. Mediapembelajaran IPA adalah Pemuaian Zat Padat,  Pemuaian Zat Cair, dan PemuaianGas dari barang bekas atau bahan yang harganya murah sehingga dapat terjangkau. Hasil analisis data membuat media pembelajaran  Pemuaian Zat Padat pada siklus 1 pertemuan 1 sebesar 29,33 (kurang), pertemuan 2 sebesar 33,33 (kurang), danpertemuan 3 sebesar 38,67 (kurang). Pemuaian Zat Cair pada siklus 2 pertemuan 1sebesar 44,44 (cukup), pertemuan 2 sebesar 58,22 (cukup), dan pertemuan 3 sebesar64,00 (baik). Pemuaian Gas pada siklus 3 pertemuan 1 sebesar 67,56 (baik),pertemuan 2 sebesar 74,67 (baik), dan pertemuan 3 sebesar 84,89 (sangat baik).Nilai rata-rata kompetensi guru IPA membuat media pembelajaran Pemuaian ZatPadat, Pemuaian Zat Cair, dan Pemuaian Gas meningkat dari siklus 1 sampai kesiklus 3 yaitu: 29,33% menjadi 84,89%. Peningkatan nilai rata-rata kompetensiguru adalah 55,56%. Hasil analisis angket menunjukkan bahwa  95,00% guru IPASMP Sub Rayon 23 Kota Medan sangat setuju membuat media pembelajaran Pemuaian Zat Padat,  Pemuaian Zat Cair, dan Pemuaian Gas melalui workshopyang dilakukan oleh peneliti karena kompetensi mereka meningkat.Kata kunci:Kompetensi guru, media pembelajaran,workshop.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MEMBUAT PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) MELALUI WORKSHOP MODEL P2FR DI SMP NEGERI 43 MEDAN Rasmin Simbolon
JURNAL PENELITIAN BIDANG PENDIDIKAN Vol 20, No 2 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpbp.v20i2.3037

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya meningkatkan kompetensi guru membuat Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hipotesis tindakan pada penelitian ini adalah kompetensi guru membuat Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dapat meningkat melalui Workshop Model P2FR. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 43 Medan. Subyek penelitian adalah guru-guru SMP Negeri 43 Medan sebanyak 13 orang. Untuk membuat PTK dilakukan melalui Workshop Model P2FR. Hasil penelitian untuk membuat PTK yaitu membuat Bab I Pendahuluan, dan Bab II Kajian Pustaka pada siklus 1 pertemuan 1 sebesar 31,75% (kurang), pertemuan 2 sebesar 35,24% (kurang), dan pertemuan 3 sebesar 38,46% (kurang). Membuat Bab III Metodologi Penelitian, dan Instrumen Penelitian pada siklus 2 pertemuan 1 sebesar 47,80% (cukup), pertemuan 2 sebesar 54,40% (cukup), dan pertemuan 3 sebesar 58,42% (cukup). Membuat Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan, Bab V Simpulan dan Saran, Daftar Pustaka dan Penulisan Laporan Penelitian pada siklus 3 pertemuan 1 sebesar 70,35% (baik), pertemuan 2 sebesar 73,99% (baik), dan pertemuan 3 sebesar 84,90% (sangat baik). Nilai rata-rata kompetensi guru membuat PTK, meningkat dari siklus 1 pertemuan ke 1 ke siklus 3 pertemuan ke 3 yaitu: 31,75 menjadi 84,90. Peningkatan nilai rata-rata kompetensi guru adalah = 53,15%. Hasil analisis angket menunjukkan bahwa guru SMP Negeri 43 Medan 96,92% sangat setuju membuat PTK melalui Workshop Model P2FR yang dilakukan oleh peneliti karena kompetensi mereka meningkat.Kata kunci: Kompetensi Guru, Penelitian Tindakan Kelas, dan Workshop.