Kanker payudara merupakan penyakit kanker yang paling banyak diderita oleh wanita dan menjadi salah satu penyebab kematian terbesar bagi wanita di seluruh dunia. Belakangan, nutrisi menjadi salah satu faktor risiko yang banyak mendapatkan perhatian salah satunya vitamin D. Kalsitriol yang merupakan bentuk aktif vitamin D berperan sebagai anti proliferasi, dan menghambat pertumbuhan tumor. Proliferasi yang tidak terkontrol merupakan salah satu karakteristik sel-sel kanker. Laju pertumbuhan tumor merupakan marker prognostik yang dapat dievaluasi dengan mengkorelasikan pada level selular seperti mitosis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kadar vitamin D dengan indeks mitosis pada pasien kanker payudara. Penelitian dengan desain cross sectional menghimpun sebanyak 50 pasien kanker payudara yang baru didiagnosisdan belum pernah menerima kemoterapi. Penelitian dilakukan dari Januari 2017 - Agustus 2018 di Departemen Bedah Onkologi RSUPH. Adam Malik Medan. Pemeriksaan kadar vitamin D plasma dilakukan dengan teknik ELISA di Lab. Terpadu FK USU. Data indeks mitosis diperoleh dari rekam medik subjek penelitian yang di review kembali oleh spesialis patologi anatomi di Lab. Patologi Anatomi FK USU. Uji statistik menggunkan Fisher Exact. Hasil penelitian 48% subjek memiliki vitamin D sufisiensi, 38%i insufisiensi serta 14% mengalami defisiensi. Rerata kadar vitamin D pada seluruh subjek penelitian ini insufisiensi (27,93ng/ml). Pada penelitian ini tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara antara kadar vitamin D plasma dengan indeks mitosis pada pasien kanker payudara p= 0,062. Hubungan yang tidak signifikan antara kadar vitamin D dengan indeks mitosis pada penelitian ini menunjukkan bahwa vitamin D bukanlah faktor tunggal yang mempengaruhi indeks mitosis pada pasien kanker payudara.