Aspitriani
Departemen Patologi Anatomik, Fakultas Kedokteran, Universitas Sriwijaya, Palembang, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Korelasi Ekspresi CD47 terhadap Faktor-Faktor Klinikopatologi pada Karsinoma Ovarium Fitrianti; Heni Maulani; Aspitriani
Sriwijaya Journal of Medicine Vol. 3 No. 1 (2020): Vol 3, No 1, 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/sjm.v3i1.64

Abstract

Kanker ovarium adalah keganasan ginekologik yang paling mematikan merupakan peringkat keempat di dunia pada kematian wanita penderita kanker. Cluster of differentiation 47 (CD47) merupakan sebuah protein sel permukaan yang terekspresi di banyak sel jinak dan maligna, termasuk karsinoma ovarium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi ekspresi CD47 terhadap faktor-faktor klinikopatologi pada karsinoma ovarium. Penelitian serial kasus dengan populasi penelitian adalah kasus LGSC, HGSC, MC, EC dan CCC yang tersimpan di Departemen/BagianPatologi Anatomi RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang periode 1 Januari 2016 sampai dengan 31 Oktober 2019. Jumlah sampel 50 kasus, masing-masing sebanyak 10 kasus subtipe histopatologi. Slaid dilakukan pulasanimunohistokimia menggunakan antibodi anti CD47 klon B6H12. Analisis korelasi ekspresi CD47 terhadap usia, stadium klinis dan kadar CA125 dianalisis menggunakan uji Gamma. Analisis korelasi ekspresi CD47 terhadap subtipe histopatologi dan respon kemoterapi menggunakan uji Contingensi. Tidak terdapat korelasi bermakna antara ekspresiCD47 terhadap usia (p=0,130), subtipe histopatologi (p=0,956), stadium klinis FIGO (p=0,459), kadar CA125 (p=0,366) dan respon kemoterapi (p= 0,129). Penelitian ini menemukan bahwa tidak ada korelasi yang bermakna antara ekspresi CD47 yang tinggi dengan faktor-faktor klinikopatologi pada karsinoma ovarium, namun ada kecenderungan semakin tinggi ekspresi CD47 semakin muda kelompok usia, semakin lanjut stadium klinis dan semakin tinggi kadar CA125.