Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Perhitungan Potensi Cadangan Panas Bumi pada Lapangan Jailolo di Wilayah Halmahera Fefria Tanbar
Jurnal Offshore: Oil, Production Facilities and Renewable Energy Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Offshore: Oil, Production Facilities and Renewable Energy
Publisher : Proklamasi 45 University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.809 KB) | DOI: 10.30588/jo.v6i1.1067

Abstract

AbstrakLapangan Panas Bumi Jailolo terletak di wilayah Halmahera, Maluku Utara. Lapangan panas bumi ini direncanakan untuk dikembangkan sebagai pemenuhan kebutuhan energy listrik di wilayah Indonesia Timur. Sebelum dilakukan pengembangan lapangan panas bumi maka perlu dilakukan perhitungan potensi cadangan panas bumi. Dalam perhitungan potensi cadangan panas bumi menggunakan metode volumetric dan metode monte carlo yang merujuk pada SNI No. 13-6169-1999, karena lapangan panas bumi Jailolo belum ada sumur eksplorasi dan belum adanya data produksi sumur. Parameter yang digunakan dalam perhitungan diperoleh dari data hasil kegiatan survei pendahuluan dan geotermometer berupa data ketebalan, luas serta temperatur reservoir. Sedangkan parameter lainnya yang belum diperoleh dari kegiatan survei pendahuluan didasarkan pada SNI No. 13-6482-2000. Hasil perhitungan potensi cadangan terduga panas bumi menggunakan metode volumetrik dengan luas area prospek sekitar 6 km², ketebalan reservoir sekiar 1500 m dari permukaan, dan temperatur reservoir 200 – 220 °C diperoleh sebesar 98.38 MWe, sedangkan hasil perhitungan metode monte carlo diperoleh potensi cadangan terduga sebesar P10 = 14.88 MW, P50 = 29.44 MW dan P90 = 50.26 MW. AbstrakThe Jailolo Geothermal Field is located in the Halmahera region, North Maluku. This geothermal field is planned to be developed as a fulfillment of electrical energy needs in Eastern Indonesia. Before developing a geothermal field, it is necessary to calculate the potential of geothermal reserves. In calculating the potential of geothermal reserves using the volumetric method and the monte carlo method which refers to SNI No. 13-6169-1999, because there is no exploration well in the Jailolo geothermal field and no well production data. The parameters used in the calculations are obtained from data from preliminary survey activities and geothermometers in the form of thickness, area and reservoir temperature data. Meanwhile, other parameters that have not been obtained from the preliminary survey activities are based on SNI No. 13-6482-2000. The results of the calculation of potential geothermal reserves using the volumetric method with a prospect area of about 6 km², a reservoir thickness of about 1500 m from the surface, and a reservoir temperature of 200 – 220 °C obtained 98.38 MWe, while the results of the calculation of the Monte Carlo method obtained potential reserves of estimated amounted to P10 = 14.88 MW, P50 = 29.44 MW and P90 = 50.26 MW
ANALISA KARAKTERISTIK PENGUJIAN CO-FIRING BIOMASSA SAWDUST PADA PLTU TYPE PULVERIZED COAL BOILER SEBAGAI UPAYA BAURAN RENEWABLE ENERGY Fefria Tanbar
Jurnal Offshore: Oil, Production Facilities and Renewable Energy Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Offshore: Oil, Production Facilities and Renewable Energy
Publisher : Proklamasi 45 University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.767 KB) | DOI: 10.30588/jo.v5i2.928

Abstract

Pelaksanaan pengujian karakteristik co-firing biomassa sawdust dilakukan pada pembangkit listrik jenis Pulverized Coal yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh co-firing terhadap unjuk kerja parameter operasi seperti: temperature outlet mill (MOT), furnace exit gas temperature (FEGT), emisi dan keekonomian. Bahan bakar co-firing biomassa dicampurkan pada stockpile dengan komposisi 5% biomasa sawdust dan 95% batubara. Bahan bakar dimasukkan kedalam 6 bungker mill yang beroperasi. Pengambilan data pengujian dilakukan setelah proses stabilisasi beban minimal selama 1 jam dengan menjaga pembebanan tetap konstan pada maximum capacity rate, kemudian dilakukan pengambilan data uji pembakaran co-firing minimal selama 2 jam dengan interval pengambilan setiap 15 menit. Hasil pengujian menunjukan nilai FEGT ketika co-firing terjadi penurunan temperatur sebesar 4,2°C atau 0,4% lebih rendah dibandingkan saat coal firing. Temperatur outlet mill relative sama pada kedua kondisi saat cofiring maupun coal firing dengan arus motor mill pada tiap mill tidak seragam. Emisi gas NOx dan SO2 saat cofiring lebih rendah 2% sampai 3% dibandingkan saat coal firing. Pengujian ini juga mempengaruhi konsumsi bahan bakar spesifik saat cofiring lebih rendah 1,21% sebesar 0,629 kg/kWh dibandingkan saat coal firing sebesar 0,637 kg/kWh. Hasil perhitungan biaya produksi pada pengujian operasi 100% coal firing didapatkan harga 378,14 Rp/kWh, sedangkan pada operasi co-firing 5% sawdust didapatkan harga 369,73 Rp/kWh. Berdasarkan selisih biaya produksi, co-firing 5% sawdust menghemat biaya energy primer sebesar 8,41 Rp/kWh atau lebih rendah sebesar 2,22%.