Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Semiotika Nilai-Nilai Moral Agama pada Film Tarung Sarung sekar kinanti; A. Badru Rifa'i
JOURNAL OF ISLAMIC SOCIAL SCIENCE AND COMMUNICATION (JISSC) DIKSI Vol. 1 No. 01 (2022): JISSC-DIKSI Februari 2022
Publisher : Prodi KPI STAI Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.105 KB) | DOI: 10.54801/jisscdiksi.v1i01.61

Abstract

Film merupakan media alternatif dakwah dalam mengantarkan nilai- nilai ajaran Islam kepada khalayak masyarakat. Film juga berperan sebagai kontrol sosial apabila di dalamnya tercantum muatan data (edukatif ataupun persuasive). Seperti halnya halnya film Tarung Sarung di dalamnya memiliki nilai- nilai moral keagamaan melalui simbol- simbol adegan, bahasa, prilaku serta perilaku pada film tersebut spesialnya buat golongan anak muda. Riset ini bertujuan buat mengenali nilai- nilai moral keagamaan di kalangan remaja yang tercantum dalam film Tarung Sarung serta membagikan data supaya tetap mengambil nilai- nilai kebaikan dalam sesuatu tontonan. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif (deskripsi kualitatif), sebab dengan tata cara ini bisa menggambarkan sesuatu kondisi secara apa terdapatnya. Dalam analisisnya menggunakan teori semiotika Ferdinad de Saussure. Setiap ciri kebahasaan pada dasarnya melaporkan suatu konsep serta sesuatu citra suara yang terkandung dalam film Tarung Sarung. Penelitian film Tarung Sarung merupakan film yang mengangkat isu budaya lokal yang sarat dengan nilai-nilai moral agama tentang pergaulan khususnya di kalangan remaja yaitu menjauhi kekerasan dan bersikap baik terhadap sesama, dilarang berlebihan terhadap sesuatu, larangan menyekutukan Allah SWT, doharuskan hormat kepada yang lebih tua, bersikap terhadap lawan jenis, dilarang sombong atau takabur, dan sebagai muslim harus kuat dan bersungguh-sungguh. The film is an alternative medium of da'wah in delivering the values ​​of Islamic teachings to the public. The film also acts as a social control if it contains data content (educative or persuasive). Like the film "Tarung Sarung", it has religious moral values ​​through scene symbols, language, behavior, and behavior in the film, especially for young people. This research aims to identify religious moral values ​​among teenagers listed in the film "Tarung Sarung" and share data so that they continue to take the values ​​of goodness in a spectacle. The research method uses a qualitative method with a descriptive approach (qualitative description) because this method can describe a condition as it is. In his analysis using the semiotic theory of Ferdinand de Saussure. Each linguistic feature basically reports a concept and a sound image contained in the film Tarung Sarung. The Film research Tarung Sarung is a film that raises local cultural issues that are full of religious moral values ​​about relationships, especially among teenagers, namely avoiding violence and being kind to others, prohibited from being excessive towards something, prohibiting associating partners with Allah SWT, respecting elders. , behave towards the opposite sex, it is forbidden to be arrogant or arrogant, and as a Muslim you must be strong and serious.
Analisis Semiotika Nilai-Nilai Moral Agama pada Film Tarung Sarung sekar kinanti; A. Badru Rifa'i
JOURNAL OF ISLAMIC SOCIAL SCIENCE AND COMMUNICATION (JISSC) DIKSI Vol. 1 No. 01 (2022): JISSC-DIKSI Februari 2022
Publisher : Prodi KPI IAI Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.105 KB) | DOI: 10.54801/jisscdiksi.v1i01.61

Abstract

Film merupakan media alternatif dakwah dalam mengantarkan nilai- nilai ajaran Islam kepada khalayak masyarakat. Film juga berperan sebagai kontrol sosial apabila di dalamnya tercantum muatan data (edukatif ataupun persuasive). Seperti halnya halnya film Tarung Sarung di dalamnya memiliki nilai- nilai moral keagamaan melalui simbol- simbol adegan, bahasa, prilaku serta perilaku pada film tersebut spesialnya buat golongan anak muda. Riset ini bertujuan buat mengenali nilai- nilai moral keagamaan di kalangan remaja yang tercantum dalam film Tarung Sarung serta membagikan data supaya tetap mengambil nilai- nilai kebaikan dalam sesuatu tontonan. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif (deskripsi kualitatif), sebab dengan tata cara ini bisa menggambarkan sesuatu kondisi secara apa terdapatnya. Dalam analisisnya menggunakan teori semiotika Ferdinad de Saussure. Setiap ciri kebahasaan pada dasarnya melaporkan suatu konsep serta sesuatu citra suara yang terkandung dalam film Tarung Sarung. Penelitian film Tarung Sarung merupakan film yang mengangkat isu budaya lokal yang sarat dengan nilai-nilai moral agama tentang pergaulan khususnya di kalangan remaja yaitu menjauhi kekerasan dan bersikap baik terhadap sesama, dilarang berlebihan terhadap sesuatu, larangan menyekutukan Allah SWT, doharuskan hormat kepada yang lebih tua, bersikap terhadap lawan jenis, dilarang sombong atau takabur, dan sebagai muslim harus kuat dan bersungguh-sungguh. The film is an alternative medium of da'wah in delivering the values ​​of Islamic teachings to the public. The film also acts as a social control if it contains data content (educative or persuasive). Like the film "Tarung Sarung", it has religious moral values ​​through scene symbols, language, behavior, and behavior in the film, especially for young people. This research aims to identify religious moral values ​​among teenagers listed in the film "Tarung Sarung" and share data so that they continue to take the values ​​of goodness in a spectacle. The research method uses a qualitative method with a descriptive approach (qualitative description) because this method can describe a condition as it is. In his analysis using the semiotic theory of Ferdinand de Saussure. Each linguistic feature basically reports a concept and a sound image contained in the film Tarung Sarung. The Film research Tarung Sarung is a film that raises local cultural issues that are full of religious moral values ​​about relationships, especially among teenagers, namely avoiding violence and being kind to others, prohibited from being excessive towards something, prohibiting associating partners with Allah SWT, respecting elders. , behave towards the opposite sex, it is forbidden to be arrogant or arrogant, and as a Muslim you must be strong and serious.