Kuswindarti Kuswindarti
SMP Negeri 1 Nglipar, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perasaan Kesepian (Loneliness) Siswa SMP di Wilayah DIY dan Jawa Tengah pada Masa Pandemi Covid-19 Wahid Aditiono; Dody Hartanto; Mufied Fauziah; Kuswindarti Kuswindarti
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 7 No 3 (2022): Edisi September 2022
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v7i3.411

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengukur tingkat kesepian (loneliness) siswa di masa pandemi dan post pandemi COVID-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan survei. Penelitian dilakukan dengan menyebarkan google form skala likert tentang loneliness yang kemudian hasil dari data tersebut dianalisis secara persentase. Penelitian ini dilakukan pada rentan waktu April sampai Juni tahun 2022. Subjek pada penelitian ini adalah peserta didik di berbagai daerah di Indonesia khususnya DIY dan Jawa Tengah. Sampel pada penelitian ini ialah 983 responden dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan random sampling. Hasil pada penelitian ini menunjukkan data tingkat kesepian siswa dengan kategori Sangat Tinggi ialah 0,00%, 15,35% dengan kategori Tinggi, 56,75% dengan kategori sedang, 28,12% dengan kategori rendah, dan 1,03% dengan kategori sangat rendah. Pada kelompok usia menunjukkan bahwa usia memiliki perbedaan pada setiap jenjang usia, persentase loneliness pada peserta didik rentan usia 12-17 tahun menunjukkan kategori Tinggi dengan 0,20% pada usia 12 tahun, 3,15% pada usia 13 tahun, 8,34% pada usia 14 tahun, 2,85% pada usia 15 tahun dan 0,41% usia 16 sedangkan 0,20% untuk usia 17 tahun. Dari hasil ini diperlukan penanganan serius yaitu dengan mengoptimalkan layanan BK di sekolah untuk mereduksi kesepian yang dialami peserta didik pada rentan usia 12-16 tahun yaitu pada jenjang SMP/MTs agar tidak memberikan efek yang berkepanjangan.