Kanker payudara menimbulkan rasa takut yang luarbias bagi kaum perempuan, selain keganasannya yang tanpa ampun, kanker ini kerap datang tiba-tiba tanpa permisi.Kanker ini menduduki peringkat kedua setelah kanker leher rahim di antara kanker yang menyerangwanita Indonesia.Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) melaporkan, padatahun 1989 terdapat 7 juta penderita baru setiap tahun dan 5 juta orang meninggal akibatkan kerpayudara.Secara global dalam 15 tahun terakhir ini frekuensi penderita kanker payudara semakin meningkat, terutama di negara maju (Eropa/Amerika/pada golongan wanita dengan status sosial ekonomi yang tinggi).Di Indonesia problem kanker payudara menjadi lebih besar lagi karena lebih dari 70% penderita datang ke dokter pada stadium yang sudah lanjut, akan hal ini berbeda dengan di negeri maju di Jepang misalnya kanker payudara lanjut hanya ditemukan sebanyak 13% saja.Tidak semua benjolan di payudara adalah kanker, sehingga untuk memastikannya, setiap benjolan perlu diperiksa dengan seksama.Menurut badan kesehatan dunia WHO satu-satunya cara yang efektif sampai saat ini hanya dengan melakukan deteksi sedini mungkin pada kemungkinan timbulnya penyakit ini, yaitu dengan melakukan SADARI (”pemeriksaan payudara sendiri”).