Kota Pontianak merupakan kota yang banyak memiliki simpang dan jarak antara simpangnya berdekatan. Simpang merupakan pertemuan antara beberapa jalan menjadi satu. Pada simpang sering terjadi konflik kendaraan bermotor, khususnya simpang tidak bersinyal.. Akibat terjadinya konflik dan hambatan pada persimpangan, maka meningkatnya juga tundaan dan derajat kejenuhan (DS) di simpang tersebut.Kondisi ini terjadi pada dua simpang yang berdekatan, yaitu simpang tiga bersinyal Jl. Sultan A.Rahman "“ Jl. Johan Idrus dan simpang tiga tak bersinyal Jl. Sultan A.Rahman Jl. P. Candramidi yang berjarak ± 70 meter , meningkatnya kemacetan pada jam-jam puncak pagi, siang dan sore hari, , disebabkan oleh bertambahnya volume lalulintas pada jam-jam sibuk karena besarnya aktivitas dengan adanya guna lahan yang beragam berupa perkantoran, sarana pendidikan , perdagangan/jasa dan pemukiman dan belum adanya pengaturan lalulintas pada simpang tiga jalan Putri Candramidi jalan Gusti Johan .Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kinerja kedua persimpangan tersebut serta melakukan penyelesaian masalah melalui skenario manajemen lalulintas.Analisisdilakukan dengan menggunakan acuan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997 dan menggunakan program KAJI (MKJI 1997) serta program Excel 2003 untuk mengolah data lalulintas .. Data diperoleh dari survei lapangan untuk mendapatkan data primer maupun data sekunder berupa geometri simpang, arus lalulintas pada waktu pagi, siang dan sore selama 3 hari (09, 12, 15 Juni 2012) pada jam-jam sibuk kemudian diambil peakhour, pola pergerakan kendaraan pada jam tertentu, dan keadaan hambatan samping secara visual pada simpang tersebut.Analisis awal (kondisi existing) kedua simpang menghasilkan DS0,75, nilai ini jauh dari nilai derajat kejenuhan yang disarankan olen MKJI 1997.Untuk mencari solusi perbaikan kinerja simpang dengan manajemen simpang Alternatif yang dianalisis sebanyak 3 alternatif dan menghasilkan data tundaan , jumlah titik konflik dan derajat kejenuhan. Dari ketiga alternatif tersebut didapatkan Alternatif terpilih yaitu alternatif 3 dengan cara menjadikan kedua simpang tiga yang berdekatan tersebut menjadi simpang empat bersinyal dengan satu siklus waktu dan dikombinasikan dengan penambahan lebar keempat lengan simpang sampai batas lebar perkerasan yang ada dan menghasilkan jumlah titik konflik yang lebih rendah dan derajat kejenuhan rata-rata 0,75 Kata-kata kunci :Persimpangan , Titik konfik, Derjat kejenuhan,