This Author published in this journals
All Journal Jurnal AFIAT
Ibnu Abas
Sasana Tresna Werda Ria Pembangunan Cibubur Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA SELF EFFICACY DENGAN PERSEPSI NYERI PADA PASIEN YANG DILAKUKAN TINDAKAN ESWL BATU SALURAN KEMIH DI RUMAH SAKIT OMNI PULOMAS - JAKARTA Ibnu Abas; Suherna Na
Afiat Vol 4 No 02 (2018): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v4i02.713

Abstract

Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL) adalah tindakan non invasif terapi batusaluran kemih. Prosedur ESWL yang dilakukan dapat menimbulkan nyeri. Persepsi nyeri yang timbuldapat meningkat karena seseorang merasa cemas, sehingga diperlukan kepercayaan diri dan keyakinandiri yang kuat dari pasien. Salah satu kemampuan kognitif adalah self efficacy merupakan faktor yangberperan dalam pengontrolan persepsi nyeri. Tujuan Penelitianuntuk mengetahui adanya hubungan selfefficacy denganpersepsi nyeri pada pasien yang dilakukan tindakan ESWL di RS Omni Pulomas Jakarta.Metode Penelitian ini deskriptif korelatif dengan menggunakan instrument skala pain self efficacyquesionnaire dan skala nyeri VAS dengan kombinasi NRS. Sampel penelitian 58 orang denganmenggunakan teknik purposive sampling. Hasil Penelitiananalisa data penelitian dengan menggunakanteknik korelasi Spearman diperoleh koefisien korelasi sebesar – 0.776 (p = 0.000) artinya ada hubunganyang signifikan antara self efficacy dengan persepsi, dengan arah hubungan yang negatif yang artinyaadanya hubungan yang terbalik antara kedua variabel, dimana ketika seseorang memiliki self efficacy yangtinggi maka persepsi nyeri yang muncul ringan dan sebaliknya. KesimpulanPendidikan kesehatan sangatpenting diberikan kepada pasien sebelum tindakan ESWL dilakukan, sehingga dapat meningkatkan selfefficacy-nya dan pasien akan mempersepsikan nyeri yang dirasakanya sebagai nyeri yangringan.Saranbagi Rumah Sakit untuk meningkatkan kompetensi perawat melalui pelatihan tentangprosedur terapi ESWL, manajemen nyeri, komunikasi terapeutik, melengkapi fasilitas ruangan tungguatau istirahat yang nyamantidak disatukan dengan ruangan tindakan pembedahan, sehingga menimbulkanpersepsi yang salah terhadap tindakan ESWL yang akan dilakukan.