Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dampak La Nina 2020 – 2021 Terhadap Curah Hujan di Sulawesi Tenggara Siti Risnayah
Buletin GAW Bariri Vol 2 No 2 (2021): BULETIN GAW BARIRI
Publisher : Stasiun Pemantau Atmosfer Global Lore Lindu Bariri - Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1026.204 KB) | DOI: 10.31172/bgb.v2i2.60

Abstract

To determine the effect of La Nina in 2020/2021 on rainfall in Southeast Sulawesi, an analysis of its impact was carried out. 2020 is the year of Moderate La Nina where begins to be active in July when the Southeast Sulawesi region enters the dry season. The data used in this study are rainfall data for 2020-2021, normal data of rainfall and onset season, rainfall anomaly from ITACS, and the Nino3.4 index. Descriptive and statistical analysis methods are used to interpret the graph and describe how La Nina affects rainfall in Southeast Sulawesi. The results showed that La Nina that occurred from 2020 to 2021 was less significant in increasing rainfall in the Southeast Sulawesi region. There are 58% of the research area has decreased rainfall during the La Nina period with an average reduction of 37% from its normal. This rainfall deficit is because the La Nina in 2020/2021 is a La Nina in the Weak to Moderate category so that it is less significant to stimulate an increasing rainfall. La Nina also had less impact on the 2020 dry season in Southeast Sulawesi but had quite impactful on advancing the onset of the rainy season. That is because, during the dry season, La Nina is still in the Weak category. La Nina begins to strengthen in the October-November-December period so that the rainy season generally begins in November.
UJI KEAKURATAN DATA SUHU UDARA, KELEMBABAN UDARA, TEKANAN UDARA, DAN CURAH HUJAN DARI ALAT AUTOMATIC WEATHER STATION TERHADAP PENGUKURAN MANUALNYA Siti Risnayah
Megasains Vol 13 No 2 (2022): Megasains Vol.13 No.02 Tahun 2022
Publisher : Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukit Kototabang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46824/megasains.v13i2.101

Abstract

Untuk mengetahui performa AWS dalam melakukan pengamatan cuaca maka uji akurasi data keluaran AWS dilakukan. AWS memiliki kemampuan bekerja tanpa operator dan dapat dioperasikan dimana saja sehingga dapat meningkatkan jaringan pengamatan dan sistem peringatan dini. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data suhu udara, kelembaban udara, tekanan udara, dan curah hujan hasil pengukuran dari alat otomatis AWS dan hasil pengamatan manual dengan alat konvensional yang berlokasi di Stasiun Klimatologi Konawe Selatan. Metode statistik sederhana dengan menghitung nilai koefisien korelasi (r), Mean Absolute Error (MAE), dan persentase akurasi digunakan untuk membandingkan data AWS dan data dari alat manual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AWS Stasiun Klimatologi Konawe Selatan memiliki performa yang sangat baik dalam mengukur parameter cuaca seperti suhu udara rata-rata, suhu maksimum, suhu minimum, kelembaban udara rata-rata, tekanan udara, dan curah hujan ditandai dengan nilai koefisien korelasi yang tinggi (r>0.8), persentase akurasi yang juga tinggi (>94%), dan rata-rata eror yang rendah. Walaupun begitu, beberapa parameter tidak memenuhi nilai toleransi eror yang telah ditetapkan oleh WMO yakni pada variabel suhu maksimum dan minimum serta tekanan udara. Dengan adanya kontrol kualitas data melalui sistem deteksi eror dan mengeliminir data-data yang tidak lengkap maka dapat meningkatkan akurasi data AWS tersebut.