Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Safety Use Of Personal Protective Equipment (PPE) to Anxiety During The Covid-19 Pandemic On Nurses Heru Suwardianto; Lilik Setiawan; Andika Siswoariwibowo; Teguh Santoso
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2021): November
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v10i2.853

Abstract

The research method uses a Cross Sectional Design. The sample size obtained was 557 respondents. The variable measurement instrument uses a questionnaire on google form. Research has obtained ethical clearance. Data analysis using spearman-rho with a <0.05. The results showed that the majority of respondents were female (70.4%). Most respondents are 36-45 years old (39.5%). Respondents all worked as nurses and most of the respondents worked < 5 years (26.9%). The results of the study obtained 12% who stated that it was not so safe in the use of PPE, and there were 3.5% who stated that it was not safe to use PPE. The results showed that p= 0.001 with a <0.05, which means there is a significant relationship between the safety of using PPE on anxiety, with a correlation coefficient of 0.407 which means it has a fairly close relationship between the safety of using PPE on anxiety
Pemberian Pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) Anggota Pmr Di SMK Ahmad Yani Gurah Kediri Sutiyah Heni; Lilik Setiawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 7 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i7.2255

Abstract

Latar belakang: Anggota Palang Merah Remaja (PMR) memiliki peran strategis sebagai penolong pertama di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, kesiapan dan tingkat pengetahuan yang mumpuni mengenai Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) sangat krusial. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program pelatihan P3K dalam meningkatkan pemahaman teori dan keterampilan praktis anggota PMR. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan rancangan one-group pretest-posttest. Subjek penelitian anggota PMR sejumlah 80 peserta yang diberikan intervensi berupa pelatihan intensif P3K, mencakup materi penanganan luka, pembidaian, evakuasi korban, serta resusitasi jantung paru (RJP). Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 4 - 30 Mei 2026 di SMK Ahmad Yani Gurah Kediri. Evaluasi tingkat pengetahuan dilakukan sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) intervensi menggunakan instrumen kuesioner yang telah divalidasi. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji komparatif. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada tingkat pengetahuan peserta setelah diberikan pelatihan. Nilai rata-rata pretest peserta sebelum intervensi berada pada kategori rendah, yaitu sebesar 44,22. Namun, setelah mengikuti program pelatihan, nilai rata-rata posttest meningkat secara signifikan menjadi 85,75. Hasil analisis menunjukkan bahwa intervensi edukasi P3K efektif dalam mendongkrak pemahaman peserta secara substantif. Kesimpulan: Pelatihan P3K terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapan anggota PMR. Peningkatan nilai yang signifikan ini diharapkan dapat memperkuat peran aktif anggota PMR sebagai unit respons cepat dalam menangani insiden kecelakaan di lingkungan sekolah dan sekitarnya. Program edukasi serupa disarankan untuk dilakukan secara berkala demi menjaga retensi pengetahuan peserta. Kata Kunci: P3K, Palang Merah Remaja (PMR), Pelatihan, Pretest, Posttest.
Gambaran Pengetahuan Remaja Putri Tentang Tablet Tambah Darah (Fe) Dalam Mencegah Anemia Lilik Setiawan
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 7 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i7.2274

Abstract

Anemia adalah kurangnya sel darah merah karena kekurangan zat besi. Tablet Tambah Darah (TTD) untuk mencegah anemia. Pengetahuan tentang TTD mempengaruhi remaja putri dalam mengonsumsinya. . Tujuan penelitian untuk mengetahui pengetahuan remaja putri tentang tablet tambah darah (Fe) dalam mencegah anemia. Desain penelitian deskriptif, populasi 96, sampel 49 responden,teknik sampling random sampling. Variabel penelitain pengetahuan remaja putri tentang tablet tambah darah (Fe) dalam mencegah anemia. instrumrn menggunakan kuesioner dan analisa menggunakan presentase dan diinterpretasikan secara kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian dari 49 responden sebagian besar responden memiliki pengetahuan cukup sebanyak 25 responden (51%), hampir setengah dari responden memiliki pengetahuan baik sebanyak 18 responden (37%), dan sebagian kecil responden memiliki pengetahuan kurang sebanyak 6 responden (12%). Faktor pengetahuan cukup dipengaruhi oleh faktor usia, pernah atau tidak pernah mendapatklan informasi, mulai kelas berapa diberikan TTD. Pengetahuan baik dipengaruhi oleh faktor pernah atau tidak pernah mendapatklan informasi, mendapatkan informasi dari mana. Pengetahuan kurang dipengaruhi oleh faktor menstruasi pertama usia, pernah atau tidak pernah mendapatkan informasi. Diharapkan responden lebih meningkatkan pengetahuan tentang tablet tambah darah (Fe) dalam mencegah anemia dan aktif mencari informasi melalui media sosial.
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG PENYEBAB GAGAL GINJAL PADA ANAK USIA 6-12 TAHUN DI DUSUN NGELO DESA SUKORAME KABUPATEN TRENGGALEK Dodik Arso Wibowo; Lilik setiawan; Wahyu tanoto
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 4 No. 4 (2026): Agustus
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v4i4.4212

Abstract

ABSTRAK Gagal ginjal bisa menyerang pada anak usia 6-12 tahun yang terjadi akibat zat kimia berbahaya yang terkandung dalam makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh anak. Ibu yang tidak memiliki pengetahuan mengenai penyebab gagal ginjal pada anak kemungkinan besar mengalami keterbatasan informasi terkait faktor penyebab gagal ginjal pada anak. Penting bagi ibu memiliki pengetahuan tentang penyebab gagal ginjal pada anak agar tidak meningkat. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengetahuan ibu tentang penyebab gagal ginjal pada anak usia 6-12 tahun di dusun Ngelo desa Sukorame Kecamatan Gandusari Kabupaten Trenggalek.Desain penelitian Deskriptif, populasi ibu yang memiliki anak usia 6-12 tahun berjumlah 112 ibu, sampel berjumlah 36 responden, dengan teknik pengambilan sampel adalah Purposive Sampling. Penelitian dilaksanakan tanggal 17 Maret – 12 April 2025 di Dusun Ngelo Desa Sukorame Kecamatan Trenggalek Kabupaten Trenggalek. Dengan variabel tunggal yaitu Pengetahuan ibu tentang penyebab gagal ginjal pada anak usia 6-12 tahun, instrument penelitian menggunakan kuesioner, data dianalisa dengan rumus persentase dan diinterprestasikan secara kuantitatif. Hasil penelitian dari 36 responden, sebagian besar responden yaitu 26 responden (72%) memiliki pengetahuan baik, sebagian kecil dari responden yaitu 6 responden (17%) memiliki peran cukup dan sebagian kecil responden yaitu 4 responden (11%) ibu memiliki pengetahuan kurang. Faktor yang mempengaruhi pengetahuan ibu yaitu, usia, pendidikan terakhir, pekerjaan, penghasilan perbulan, jumlah anak, pernah mendapatkan informasi tentang penyakit gagal ginjal, sumber informasi yang di dapat. Untuk meningkatkan pengetahuan ibu yang kurang diharapkan pemerintah desa memberikan penyuluhan pada ibu dan ibu dapat memperbanyak informasi tentang penyebab gagal ginjal melalui media elektronik, media cetak maupun tenaga kesehatan.