Findi Artias Vegasari
IAIN Ponorogo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Coping ibu sebagai orang tua tunggal di Dusun Pondok Desa Sendang Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo Findi Artias Vegasari; Lia Amalia
ROSYADA: Islamic Guidance and Counseling Vol 1, No 1 (2020): Rosyada: Islamic Guidance and Counseling
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.669 KB) | DOI: 10.21154/rosyada.v1i1.2420

Abstract

Orang tua merupakan salah satu dari sekian banyak tugas manusia sebagaimakhluk sosial. Keutuhan orang tua (ayah-ibu) dalam sebuah keluarga sangatdibutuhkan dalam membantu anak untuk memiliki dan mengembangkan diri.Keluarga yang utuh memberikan peluang besar bagi anak untuk membangunkepercayaan terhadap kedua orang tuanya. Pada dasarnya orang tua yang lengkapmemiliki keuntungan dibanding orang tua tunggal. Menjadi orang tua tunggaldalam sebuah rumah tangga tentu tidak mudah, terlebih lagi bagi seorang ibu yangterpaksa mengasuh anaknya hanya seorang diri karena bercerai dari suaminya atausuaminya meninggal dunia, selain itu juga harus mencari nafkah untuk memenuhikebutuhan sehari-hari untuk keluarganya. Maka dari itu tidak menutupkemungkinan ibu tunggal mengalami stres. Stres merupakan keadaan dimanaseseorang mengalami ketegangan karena adanya kondisi-kondisi yangmempengaruhi dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan coping ibusebagai orang tua tunggal akibat perceraian, dan coping ibu sebagai orang tuatunggal akibat kematian. Dengan tujuan tersebut, maka pendekatan penelitian yangtepat adalahpendekatan kualitatif studi kasus. Pengumpulan data dilakukan denganmetode observasi dan wawancara. Subjek dalam penelitian ini adalah ibu PMberusia 55 tahun yang berperan sebagai ibu tunggal akibat perceraian, dan ibu KN51 tahun yang berperan sebagai ibu tunggal akibat kematian suami. Dari analisisdata yang dilakukan, maka diketahui bahwa ibu PM menggunakan strategiemotion focused coping, dimana ketika sang ibu merasakan beban yang sangatberat hingga menimbulkan stres, ibu hanya dapat berserah diri dan menitipkanharapan kepada Tuhan YME. Sedangkan ibu KN menggunakan strategi problemfocused coping, dimana sang ibu langsung menghadapi dan mencari sumbermasalah yang membuat stresnya berkurang.