Belta Tagoe
SDN 08 Popayato Timur

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Meningkatkan Kemampuan Guru Dalam Memanfaatkan Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar Melalui Penerapan Supervisi Klinis Model CLCK di SDN 08 Popayato Timur Belta Tagoe
Dikmas: Jurnal Pendidikan Masyarakat dan Pengabdian Vol 2, No 3 (2022): September
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/dikmas.2.3.961-970.2022

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini apakah Pembinaan CLCK (Contoh, Latihan, Control, Kerja Mandiri) dapat meningkatkan Kemampuan Guru dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar di SDN 08 Popayato Timur?. Adapun tujuan dari pelaksanaan penelitian ini adalah untuk meningkatan Kemampuan Guru dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar melalui pembinaan CLCK di SDN 08 Popayato Timur. Hasil analisis data menunjukan ada peningkatan Kemampuan Guru dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar dari siklus ke siklus. Hal tersebut ditunjukan oleh analisis kemampuan guru pada setiap siklus. Pada siklus I yaitu dari dari 6 orang guru yang diperoleh bahwa 4 orang atau 66,7% telah memiliki kemampuan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar dengan baik. Pada siklus II sudah mengalami peningkatan yakni dari 6 orang guru, diperoleh bahwa 5 orang atau 83,3% telah memiliki kemampuan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Dengan demikian, hal ini sudah memenuhi indikator kinerja dalam penelitian ini yaitu apabila Kemampuan Guru dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar mencapai prosentase 80%, maka penelitian dianggap berhasil. Simpulan dari Penelitian ini adalah penggunaan Pembinaan CLCK dapat meningkatkan Kemampuan Guru dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar di SDN 08 Popayato Timur. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan hasil belajar dari observasi awal, siklus I dan siklus II.