Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH KEMAMPUAN IDENTIFIKASI PERILAKU BAIK BURUK DENGAN BENAR DALAM BERINTERAKSI UNTUK KEMAJUAN BUDAYA BERNEGARA MASA KINI Erly Syarifurrizal
Proceeding of Conference on Strengthening Islamic Studies in The Digital Era Vol 1 No 1 (2021): Proceeding of Conference on Strengthening Islamic Studies in The Digital Era
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.738 KB)

Abstract

Kehidupan bernegara suatu Negara dipengaruhi oleh budaya yang hidup. Interaksi komunikatif antara rakyat dengan pemerintahnya atau sebaliknya dapat mempengaruhi roda kepemerintahan. Pengaruh interaksi tersebut dapat diketahui melalui perilaku yang ditimbulkan baik dari rakyat atau pemerintah. Keberadaan teknologi digital saat ini mempermudah interaksi penggunanya. Nyatanya, kehadiran teknologi tersebut masih ada yang mempergunakannya dengan perilaku yang tidak dibenarkan secara sadar atau tidak. Sehingga wajar kegaduhan dalam proses interaksi sering terjadi dan dapat berpengaruh besar pada strabilitas bernegara. Oleh karena itu, perlu upaya pencegahan diantaranya dengan meningkatkan dan mengasah kemampuan melakukan identifikasi perilaku baik buruk dengan benar dalam berinteraksi. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana kemampuan identifikasi perilaku baik buruk dilakukan dengan benar dalam berinteraksi dan pengaruhnya terhadap kemajuan budaya bernegara masa kini. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan, dengan teknik pengumpulan data berupa telaah terhadap buku-buku, literasi berbasis internet dan sumber lainnya yang relevan dengan objek pembahasan dimaksud. Analisis data diolah secara deskriptif dengan pola pikir induktif. Hasil penelitiannya adalah: a) kemampuan tersebut dapat menghantarkan pada situasi dan kondisi yang dapat menentukan kualitas dan memajukan budaya bernegara. Implikasinya berdampak pada usaha menjaga stabilitas bernegara dan membangun peradaban unggul dalam pergaulan dunia. b) Pengaruhnya adalah mampu menghindarkan konsekuensi negative yang ditimbulkan dari teknologi digital. Sedangkan sumbangsihnya merupakan langkah antisipasi dalam menanggulangi perilaku yang tidak dibenarkan yang menghambat proses terwujudnya kemajuan budaya bernegara yang baik dan sehat. Maka dari itu, penting bagi seseorang memiliki kemampuan ini dengan pemahaman yang baik dan benar dalam berinteraksi. Hal ini bertujuan semata-mata untuk mewujudkan kehidupan budaya bernegara yang berkualitas dan maju. Kata kunci : identifikasi, perilaku baik buruk, interaksi, budaya bernegara.
Pembaharuan Penerapan Relaas Panggilan Persidangan Berdasarkan Prinsip Biaya Ringan Erly Syarifurrizal
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora (E-ISSN 2745-4584) Vol. 5 No. 01 (2024): AL-Mikraj Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almikraj.v5i01.6631

Abstract

Relaas panggilan persidangan memerlukan jasa dan biaya, baik persidangan manual atau elektronik. Pesatnya perkembangan teknologi telekomunikasi mampu memperkecil panjar relaas panggilan terutama dalam persidangan elektronik. Namun, kondisi tersebut akan terjadi apabila tergugat/termohon berpartisipasi dalam persidangan setelah disampaikan relaas panggilan. Penelititan ini ingin mengkaji tentang pembaharuan terhadap relaas panggilan persidangan berdasarkan prinsip biaya ringan sehingga panjarnya tidak hanya menjangkau penggugat/ pemohon melainkan juga tergugat/termohon. Penelitian bersifat yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konsep. Dilakukan dengan mengkaji atau menganalisis data sekunder berupa bahan hukum terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Hasil penelitian disimpulkan bahwa pembengkakan biaya relaas panggilan dikarenakan tergugat/ termohon tidak berpartisipasi dalam persidangan, dan untuk mengatasinya perlu konsep baru yakni setiap awal kesepakatan yang diperjanjikan ditambahkan klausula tercatat tentang kejelasan alamat domisili, kewajiban partisipasi dalam persidangan dan jika abai maka dilakukan pemblokiran sementara untuk layanan keperdataan sampai sidang diputus dan selesai. Dengan demikan, upaya tersebut diharapkan terjadi efisiensi biaya yang dikeluarkan untuk relaas panggilan.