Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DAKWAH INTEGRATIF RADEN JAYENGRONO DI KABUPATEN PEDANTEN PONOROGO ABAD KE-18 M Muhammad Irfan Riyadi; Syahrul Hakiki
Proceeding of Conference on Strengthening Islamic Studies in The Digital Era Vol 1 No 1 (2021): Proceeding of Conference on Strengthening Islamic Studies in The Digital Era
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.421 KB)

Abstract

Dakwah integrative merupakan strategi dakwah yang mengedepankan pola integrasi antara sosio kultural Islam dengan sosiokultural masyarakat obyek dakwah, membumikan Islam yang dikemukakan Gus Dur adalah salah satu model dakwah ini. Kesuksesan Walisanga dalam dalam proses Islamisasi Jawa era Demak dan setelahnya adalah bukti akurasi dakwah integrative sehingga tercipta kondisi penetration pacifique. Raden Jayengrono, seorang santri dari kalangan ningrat telah melakukan dakwah integrative, baik saat bermukim sebagai santri di Pondok Kranggan Sukorejo, atau setelah menjabat sebagai Bupati Pedanten (Kitho Kidul) di Ponorogo, maupun masa tuanya di Pulung Sari (Pulung Merdika). Tujuan penelitian ini adalah mengungkap bagaimana pola dakwah integrative yang dilakukan Raden Jayengrono sehingga tercapai kesuksesan dalam Islamisasi di Ponorogo tenggara. Untuk melakukan penelitian ini penulis menggunakan dua pendekatan. Yaitu pendekatan deskriptif kualitatif dan pendekatan historis dengan data dokumen, situsmaupu sumber lisan. Teori yang diterapkan adalah integrasi Talcott Parson, secara terbatas. Pada akhir penelitin diperoleh kesimpulan bahwa Raden Jayengrono telah menerapkan dakwah integrative, : 1) Memberi keteladanan kehidupan yang Islamy, sabar dan santun, 2) memanfaatkan kekuasaannya untuk aktif berkeliling ditengah masyarakat dakwahnya sehingga digelari Kyai Sambang Dalan, 3) Menggunakan media kekuatan mistis Islamis untuk mengalahkan kekuatan jahat pra Islam, 4) menggunakan media seni gamelan, wayang, kidung Jawa untuk berdakwah, 5) menggunakan media masjid dan terbangan untuk mengajarkan syariat dan amalan Islam, 6) mengajarkan terus bersyukur kepada Alloh dengan sedekah, baik kenduri maupun selamatan. Strategi dakwah integratif ini terbukti sangat sukses mengantarkan masyarakat kejawen untuk taat terhadap ajaran Islam. Sehingga sangat layak pola dakwah integratif terus diterapkan ditengah masyarkat yang majemuk.
INTERPRETATION OF MYTHS IN THE FILM THE STORY OF THE JAVA LAND OF MERAPI Nur Izzah Islamy; Muhammad Irfan Riyadi
QAULAN: Journal of Islamic Communication Vol. 5 No. 1 (2024): Qaulan: Journal of Islamic Communication
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/qaulan.v5i1.8876

Abstract

One type of mass media that captivates viewers both with the content and meaning of what they see is film. The theoretical significance of the story of Merapi Island in Java, as well as its use. The purpose of the study of the words "sigh", "object", and "interpretant" in the film is the focus of this investigation. By applying the model of semiotic analysis proposed by Charles Sanders Pierce, the problem of how meaning arises from a sign when the sign is used by people when communicating. The relationship between signs, objects, and interpretations was drawn by Pierce. This research uses a qualitative descriptive approach, systematic data analysis from the collection of facts or a set of numerical values, and enriched with documentation in the form of screenshots from several episodes of the film The Story of the Land of Java Merapi. To examine the film The Story of the Land of Java Merapi and its depiction of the myth that Mount Merapi is home to supernatural beings whose existence is still widely believed to exist, the film The Story of the Land of Java Merapi has 6 episodes in its story and each episode in the film The Story of the Land of Java Merapi has several mythical meanings. The phenomenon of Merapi as a very important local genius, the mythological tradition of the nations of the world describes the existence of a region that is the origin of the development of life and heaven civilization or the place of origin that was then abandoned when suddenly heaven turned into hell. After seeing the Story of the Land of Java Merapi, we hope you don't take everything for granted; instead, we encourage you to think critically about the film.