Nur Arifa
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

CAPACITY YOUTH BUILDING: Pengkaderan Pemuda Penggerak Desa Gandusari, Bandongan, Magelang, Jawa Tengah Ahid Aufa Big; Nur Arifa; Alfa Puspita Nahara; Nisrina Albizzia Qisty
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam Vol. 6 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Kopertais Wilayah III Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/mjsi.61.2866

Abstract

Kesadaran pemuda untuk aktif, kreatif, dan inovatif yang masih kurang di Dusun Soropaten dan Jangkungan, merupakan permasalahan utama pemberdayaan masayarakat di wilayah tersebut. hal ini disebabkan oleh empat faktor yaitu: (1) Minimnya peran pemuda dalam segala aspek di pedesaan, (2) Kurangnya kesadaran pemuda dalam mengelola sumber daya yang tersedia, (3) Belum terbentuknya sistem manejemen dan sistem pengorganisasian pemuda yang optimal, (4) Rendahnya daya inovasi pemuda di wilayah tersebut. Metode yang digunakan dalam program ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan melakukan penggalian data menggunakan teknik wawancara dan observasi. Dua teknik ini digunakan sebelum program dilakukan agar pelaksanaan program benar-benar berdasar kebutuhan di lapangan dan tepat sasaran. Pembentukan program Pengkaderan Pemuda Penggerak Desa (P3D) dengan melakukan Youth Capabilty Building dan praktik pemberdayaan melalui Comunity Engagement merupakan upaya yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut. Dalam pelaksanaan program P3D dilakukan pemaparan materi wajib yang terdiri dari materi kepemimpinan, materi advokasi, dan materi pengorganisasian masyarakat. Pemaparan materi wajib, merupakan upaya dalam meningkatkan kapabiltas para pemuda di Dusun Soropaten dan Jangkungan. Selain itu terdapat materi khusus tentang asassement sumber daya, problem solving dan moderasi agama. Program ini menghasilkan kader pemuda lingkungan, sosial, dan kegamaan yang berkompeten untuk memaksimalkan sumber daya wilayah, menghadapi dinamika sosial, memecahkan persoalan di masyarakat, dan meningkatkan kapasitas potensi keagamaan. Kata kunci: Pemuda, Inovasi, Pengembangan Sumber Daya
MAKNA HADIS HUKUM MEMENGGAL KEPALA KAJIAN HERMENEUTIK MUHAMMAD AL-GHAZALI: Studi Kasus Pelecehan Agama di Prancis Nur Arifa; Alfa Puspita Nahara
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam Vol. 6 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Kopertais Wilayah III Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/mjsi.61.2867

Abstract

Dewasa ini, isu pelecehan agama menjadi permasalahan yang sangat gencar dibicarakan. Kasus pelecehan agama berupa penyebaran karikatur Nabi Muhammad di Prancis yang berujung pada tindakan pemenggalan kepala oleh pemuda muslim pun menuai banyak kontroversi di kalangan umat muslim. Adanya teks-teks keagamaan yang membolehkan hukuman berupa pemenggalan kepala atas nama pelecehan agama, nampaknya banyak ditelan begitu saja oleh masyarakat tanpa mengetahui makna kandungannya ataupun mempertimbangkan beberapa prosedur sebelum melakukan hukuman tersebut. Beberapa pendapat pun muncul sebagai justifikasi atau penolakan terhadap pemenggalan kepala yang dilakukan oleh pemuda tersebut. Pendapat yang membolehkan tindakan ini menganggap bahwa hal ini sesuai dengan hadis dan teks keagamaan islam dan pendapat yang mengecam beranggapan bahwa perbuatan tersebut merupakan tindakan yang semena-mena, brutal dan tidak sesuai dengan tuntutan agama. Maka dari itu, tulisan ini akan menyajikan hadis-hadis yang berhubungan dengan perintah memenggal kepala terhadap penista agama dengan menggunakan sudut pandang pemahaman hadis melalui hermeneutik Muhammad Al-Ghazali. Metode yang digunakan yaitu menguji hadis terkait dengan Al-Quran, hadis shahih lainnya, fakta sejarah yang ada serta kebenaran ilmiah. Dari kesimpulan yang kami dapat bahwa hadis yang diiwayatkan oleh Abu Daud merupakan hadis prosedural yang mana tidak semua orang dapat mengimplementasikan hadis tersebut, serta terdapat beberapa prosedur yang harus dijalani sebelum melakukan pemenggalan itu. Kata kunci: hadis, memenggal kepala, Muhammad Al-Ghazali