Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Integrasi Al-Qur'an dan Ilmu Sosial (Kontekstualitas al-Qur'an dalam Kehidupan Bermasyarakat) Hasbullah Ahmad
Ulumul Qur'an: Jurnal Kajian Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 1 No. 2 (2021): Ulumul Qur'an: September 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir STIU Darul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.003 KB)

Abstract

Dialektika antara teks dengan realitas sudah terjadi sejak awal saat al-Qur’an diturunkan. Hal tersebut kemudian melahirkan istilah asba>b al-nuzu>l pada sebagian ayat al-Qur’an. Namun demikian, al-Qur’an adalah Kitab yang benar, baik di masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang. Jika dikaitkan dengan Terkait dengan masa depan, ada satu keniscayaan bahwa al-Qur’an selalu relevan seiring dengan perubahan waktu dan tempat. Akan tetapi hal tersebut belum terealisasikan dengan baik sehingga dialektikanya seolah terhenti pada masa al-Qur’an diturunkan saja. Al-Qur’an tidak lagi berjalan beriringan dengan realitas sosial yang terus berubah, dari fenomena ini ada kesan seolah al-Qur’an selalu tertinggal beberapa langkah di belakang ketika fenomena sosial selalu hadir dengan nuansa dan warna yang baru. Oleh karena itu perlu ada upaya agar dialektika al-Qur’an tetap terjaga sehingga selalu sesuai dengan realitas yang ada. Penelitian ini ingin mengemukakan di antara langkah menjaga dialektika di atas adalah dengan mengintegrasikan ilmu al-Qur’an dengan ilmu-ilmu sosial seperti; sosiologi, antropologi dan sejarah. Al-Qur’an perlu dipapahami, dimaknai dan ditafsirkan dengan melihat kondisi sosio-kultural dan historis saat diturunkan. Di sinilah teori hermenetik kontemporer dapat digunakan dengan mengkaji keterkaitan antara teks, mufassir dan masyarakat yang menjadi tujuan diturunkannya ayat-ayat al-Qur’an. Kemudian dari gambaran masa lalu tersebut dapat dinarasikan kontekstualisasi ayat al-Qur’an terhadap kondisi masyarakat saat ini.