Widiartanto Widiartanto
Department of Business Administration, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Kompensasi dan Work Life Balance terhadap Kinerja Karyawan melalui Kepuasan Kerja sebagai Variabel Intervening (Studi pada Karyawan Pt KAI (Persero) Daop 4 Semarang) Shafa Ardita Dewi; Widiartanto Widiartanto; Sari Listyorini
Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.953 KB) | DOI: 10.14710/jiab.2022.36016

Abstract

The company's resources that are most involved in supporting the running of the company are employees. Based on the data obtained, the performance of employees of PT. KAI (Persero) Daop 4 Semarang experienced a decline from 2018 to 2020. The objective of this study is to identify how employee’s performance is affected by compensation, work life balance, and job satisfaction. The sample of this study is 108 employees of PT. KAI (Persero) Daop 4 Semarang. The type of research is explanatory research. Data were collected using preliminary interviews and questionnaires. The data was analyzed by regression and Sobel test. The study results showed that: 1) Compensation has a positive effect on job satisfaction, 2) Work life balance has a positive effect on job satisfaction, 3) Job satisfaction has a positive effect on employee’s performance, 4) Compensation on employee’s performance through job satisfaction has a partial mediation effect, 5) Work life balance on employee’s performance through job satisfaction has a partial mediation effect. The author suggest that PT. KAI (Persero) Daop 4 Semarang may reconsider the provision of compensation in order to meet employee expectations, then pay more attention and identify work life balance practices such as providing free time for employees to get involvement and quality time enough with family or friends. To increase job satisfaction, they may readjust the basics used for promotion, not only for employees who have the longest service period, but the basic scope for promotion can be further expanded based on the achievement of employee performance.Sumber daya perusahaan yang paling berperan dalam menunjang berjalannya kegiatan perusahaan adalah karyawan. Berdasarkan data yang diperoleh, kinerja karyawan PT. KAI (Persero) Daop 4 Semarang mengalami penurunan dari tahun 2018 ke tahun 2020. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh positif antara kompensasi dan work life balance terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja sebagai variabel intervening. Sampel dari penelitian ini adalah 108 karyawan PT. KAI (Persero) Daop 4 Semarang. Tipe penelitian ini adalah explanatory research. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara pendahuluan dan kuesioner. Data dianalisis dengan uji regresi dan uji Sobel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) kompensasi berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja, 2) work life balance berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja, 3) kepuasan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan, 4) kompensasi berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja sebagai variabel intervening sebagian, 5) kompensasi berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja sebagai variabel intervening sebagian. Peneliti menyarankan agar PT. KAI (Persero) dapat mempertimbangkan kembali pemberian jumlah kompensasi yang dapat memenuhi harapan karyawan dan dapat lebih memperhatikan dan mengidentifikasi praktik work life balance seperti memberikan waktu luang bagi karyawan untuk mendapatkan keterlibatan dan quality time yang cukup dengan keluarga atau teman. Untuk meningkatkan kepuasan kerja, perusahaan dapat mempertimbangkan kembali dasar-dasar yang digunakan untuk promosi, tidak hanya untuk karyawan yang memiliki masa kerja paling lama, tetapi dapat dilihat berdasarkan pencapaian kinerja karyawan.
Pengaruh Stress Kerja dan Kepuasan Kerja terhadap Turnover Intention Karyawan (Studi pada Bank Jateng Cabang Utama) Gita Pratiwi Widjanarko; Agus Hermani; Widiartanto Widiartanto
Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.288 KB) | DOI: 10.14710/jiab.2022.35591

Abstract

Banking doing their business in financial sector that give services for their cutomer through products that are offered. There are various banking company in Semarang especially state owned banking company and private banking company. These various banking company trigger the strictness of banking competition, therefore sompany need to maintain their existence so that they will not fail in the competition one of the way is to manage the organizational behavior well. Well managed organizational behavior is needed to create low level of turnover intention. Low level of turnover intention can be affected by low level of work stress and high level of job satisfaction. Based on the data of employee turnover in Bank Jateng Cabang Utama it shows high level of turnover intention each year. This study aims to find out the impact between work stress and job satisfastion toward employee’s turnover intention on Bank Jateng Cabang Utama. The type of study is exolanatory research with saturated sampling method or census. The technique to collect data is using questionaries answered by 108 participants who work on Bank Jateng Cabang Utama. Data analysis method used is regression analysis using SPSS 25.0 application. According to the study, writer discover that work stress affect turnover intention positive signifficanly, job satisfaction affect turnover intention negative signifficanly, work stress and job satisfaction simultaneously affect turnover intention significantly. Suggestion given for Bank Jateng Cabang Utama on work stress aspect, they can conduct periodic surveys by distributing questionnaires to employees so that it can be seen what triggers employees to feel anxious, tense, and confused while doing their work and can minimize the triggers. On job satisfaction aspect, the company can evaluate whether the salary/compensation given to employees is in accordance with the duties and workload of employees, the leaders should be able to create good working relationships with employees, and need to provide equal opportunities in promotion activities so that employees' careers can improve.Perbankan menjalankan bisnisnya di bidang jasa dengan memberikan pelayanan kepada konsumennya melalui produk-produk yang ditawarkan. Perusahaan perbankan yang ada di Semarang sangat beragam, khususnya perusahaan perbankan milik pemerintah atau BUMN dan juga perusahaan perbankan milik swasta. Banyaknya perusahaan pebankan ini memicu semakin ketatnya persaingan, oleh sebab itu perusahaan perlu mempertahankan keberadaannya sehingga tidak mengalami kekalahan dalam persaingan salah satu caranya adalah dengan melakukan penataan perilaku organisasi dengan baik. Penataan perilaku organisasi yang baik diperlukan agar mampu menciptakan tingkat turnover intention yang rendah. Turnover intention yang rendah dapat dipengaruhi oleh stress kerja yang rendah dam kepuasan kerja yang tinggi. Menurut data turnover karyawan Bank Jateng Cabang Utama menunjukkan adanya perputaran karyawan yang tinggi setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara stress kerja dan kepuasan kerja terhadap turnover intention karyawan Bank Jateng Cabang Utama. Tipe penelitian ini adalah explanatory research dengan metode sampling jenuh atau sensus. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner kepada 108 responden yang bekerja di Bank Jateng Cabang Utama. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi dengan menggunakan aplikasi SPSS 25.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stress kerja berpengaruh positif signifikan terhadap turnover intention, kepuasan kerja berpengaruh negatif signifikan terhadap turnover intention, terdapat pengaruh signifikan stress kerja dan kepuasan kerja secara bersamaan terhadap turnover intention. Saran yang diberikan kepada Bank Jateng Cabang Utama pada aspek stress kerja, dapat melakukan survei berkala dengan menyebar kuesioner kepada karyawannya sehingga dapat diketahui apa yang memicu karyawannya merasa cemas, tegang, dan kebingungan di saat melakukan pekerjaannya dan dapat meminimalisasi hal-hal pemicu tersebut. Pada aspek kepuasan kerja perusahaan dapat melakukan evaluasi apakah gaji/kompensasi yang diberikan kepada karyawan sesuai dengan tugas dan beban kerja karyawan, hendaknya pimpinan dapat menciptakan hubungan kerja yang baik dengan karyawan, dan perlu memberikan peluang/kesempatan yang sama dalam kegiatan promosi jabatan agar karir karyawan dapat meningkat.