Sulfiah
Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KONFLIK TOKOH DALAM NOVEL SEPERTI HUJAN YANG JATUH KE BUMI KARYA CANDRA Hasrin Wulan; Andi Muh. Ruum Sya'baan; Sulfiah
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 8 No. 1 (2023): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v8i1.148

Abstract

Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuik-bentuk dan fungsi perunjukan pronomina persona pada tiga cerpen dalam kumpulan cerpen Menghardik Gerimis karya Sapardi Djoko Damono. Jenis penelitian yang digunaka yaitu penelitian kepustakaaan yaitu dengan jalan menggunakan studi lewat sejumlah bacaan atau referensi yang relevan yang berkaitan dengan pronomina persona. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut. Jenis pronomina persona pertama yang ditemukan ada dua, yaitu pronomina persona pertama tunnggal dan pronomina persona pertama jamak. Bentuk-bentuk pronomina persona pertama tunggal yaitu kata hamba, saya, aku, ku-, dan –ku dan bentuk pronomina persona pertama jamak yang ditemukan adalah kata kami dan kita. Bentuk pronomina persona kedua tunggal yang ditemukan adalah paduka, sampeyan, kau, kamu, dan –mu. Sedangkan pronomina persona kedua jamak tidak ditemukan. Jenis pronomina persona ketiga tunggal yang ditemukan adalah bentuk dia, ia dan –nya dan bentuk pronomina persona ketiga jamak adalah kalian. Sifat perujukan pronomina terdiri dari pronomina endofora baik bersifat anaforis maupun kataforis dan pronomina eksofora yang bersifat deiktis. Penelitian ini menunjukan terdapat tujuh bentuk pronomina persona pertama, lima bentuk pronomina persona kedua, dan empat bentuk pronomina persona ketiga. Sedangkan sifat perunjukan pronomina yaitu pronomina endofora dan eksofora.
MINAT BELAJAR SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 KABANGKA TERHADAP MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA Sartina Lasri; Sulfiah
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 7 No. 1 (2022): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI-MARET 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.574 KB) | DOI: 10.36709/bastra.v7i1.76

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan seberapa besar minat belajar siswa kelas X di SMA Negeri 1 Kabangka terhadap mata pelajaran bahasa Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian berjumlah 145. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 52 siswa atau 35% dari populasi. Teknik pengampilan sampel menggunakan probability sampling dengan teknik undi. Teknik pengumpulan data terdiri dari wawancara dan angket. Temuan/ Hasil - Ditinjau dari aspek 88,5% siswa kelas X SMA Negeri 1 Kabangka berminat untuk belajar mata pelajaran bahasa Indonesia, sedangkan 11,5% lainnya kurang/tidak mempunyai ketertarikan untuk belajar mata pelajaran bahasa Indonesia. Ditinjau dari aspek perasaan senang 79,83% siswa kelas X SMA Negeri 1 Kabangka memiliki minat untuk belajar mata pelajaran bahasa Indonesia, sedangkan 20,19% lainnya tidak senang dengan pembelajaran bahasa Indonesia. Ditinjau dari aspek partisipasi 84,61% siswa kelas X SMA Negeri 1 Kabangka berminat untuk belajar mata pelajaran bahasa Indonesia, sedangkan 15,39% lainnya tidak memiliki ketertarikan untuk belajar mata pelajaran bahasa Indonesia. Ditinjau dari aspek perhatian 80,38% siswa kelas X SMA Negeri 1 Kabangka berminat untuk belajar mata pelajaran bahasa Indonesia, sedangkan 15,38 lainnya tidak memiliki perhatian pada pembelajaran bahasa Indonesia. Ditinjau dari aspek motivasi 85,1% siswa kelas X SMA Negeri 1 Kabangka berminat pada pembelajaran bahasa Indonesia, sedangkan 14,9% lainnya tidak/kurang memiliki motivasiuntuk belajar mata pelajaran bahasa Indonesia. Kesimpulan - Siswa kelas X SMA Negeri 1 Kabangka berminat untuk belajar mata pelajaranbahasa Indonesia.
BAHASA GAUL SISWA SMP NEGERI 9 KENDARI Sulastina; Sulfiah; La Ode Balawa
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 7 No. 4 (2022): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER-DESEMBER 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v7i4.124

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis bahasa gaul yang digunakan siswa SMP Negeri 9 Kendari. Penelitian ini termasuk metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa kata atau klausa hasil tuturan bahasa gaul siswa SMP Negeri 9 Kendari. Sumber data dalam penelitian ini adalah 35 siswa yang terdiri dari 9 siswa kelas VII, 11 siswa kelas VIII, dan 15 siswa kelas IX SMP Negeri 9 Kendari yang menggunakan bahasa gaul prokem dan colloqial. Data diperoleh dengan teknik observasi, simak, rekaman, dan teknik catat. Data dianalisis dengan identifikasi, klasifikasi, eksplanasi, dan menyimpulkan. Hasil penelitian ini membahas tentang bahasa gaul yang diperoleh dari interaksi siswa SMP Negeri 9 Kendari. Adapun bahasa gaul yang digumakan siswa SMP Negeri 9 Kendari yakni, cantip, cekewa, sami-sami, astaba, BSS, bureng, jengkle, kamyu, fanas, herman, naskun, cupir, jamber, hadija, jijay, boti, dan mager, nda ada ji sa tau deh, sa nda konsen, jang ko pigi-pigi, sa nda liat ji say, bagayana, gayana, nda ji lah, da bae ji orangnya, pigi aja kalo mo pigi, korang nda pigi kah, kamorang menger kah, sa mo pi ambe, bemana aja baenya, sa mo pi, ko mo pi, kenya sa nda liat, ko liat-liat trus, dan pi. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 9 Kendari menggunakan bahasa gaul jenis prokem dan colloqiual.