Haerun Ana
Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PRONOMINA PERSONA PADA TIGA CERPEN DALAM KUMPULAN CERPEN MENGHARDIK GERIMIS KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO Sri Bintang Fajar Wati; La Ode Sidu Marafad; Haerun Ana
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 8 No. 1 (2023): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v8i1.149

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk dan fungsi perunjukan pronomina persona pada tiga cerpen dalam kumpulan cerpen Menghardik Gerimis karya Sapardi Djoko Damono. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kepustakaaan yaitu dengan jalan menggunakan studi lewat sejumlah bacaan atau referensi yang relevan yang berkaitan dengan pronomina persona. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut. Jenis pronomina persona pertama yang ditemukan ada dua, yaitu pronomina persona pertama tunnggal dan pronomina persona pertama jamak. Bentuk-bentuk pronomina persona pertama tunggal yaitu kata hamba, saya, aku, ku-, dan –ku dan bentuk pronomina persona pertama jamak yang ditemukan adalah kata kami dan kita. Bentuk pronomina persona kedua tunggal yang ditemukan adalah paduka, sampeyan, kau, kamu, dan –mu. Sedangkan pronomina persona kedua jamak tidak ditemukan. Jenis pronomina persona ketiga tunggal yang ditemukan adalah bentuk dia, ia dan –nya dan bentuk pronomina persona ketiga jamak adalah kalian. Sifat perujukan pronomina terdiri dari pronomina endofora baik bersifat anaforis maupun kataforis dan pronomina eksofora yang bersifat deiktis. Penelitian ini menunjukan terdapat tujuh bentuk pronomina persona pertama, lima bentuk pronomina persona kedua, dan empat bentuk pronomina persona ketiga. Sedangkan sifat perunjukan pronomina yaitu pronomina endofora dan eksofora.
KONFLIK SOSIAL DALAM NOVEL SURGA YANG TAK DIRINDUKAN KARYA ASMA NADIA Intan Permata Sari; Haerun Ana; La Ode Sahidin
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 7 No. 4 (2022): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER-DESEMBER 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.035 KB)

Abstract

   Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan konflik yang terdapat dalam Novel Surga Yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia. Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini, yaitu agar pembaca lebih memahami konflik sosial yang digunakan dalam penelitian ini adalah data tertulis yaitu berupa teks novel yang berhubungan dengan konflik sosial dalam novel Surga Yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia. Sumber dalam penelitian ini adalah novel Surga Yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia yang terbitkan oleh Asma Nadia Publishing House cetakan ke 7 tahun 2014, dengan jumlah 300 halaman. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah teknik baca catat. Teknik analisis data menggunakan pendekatan sosiologi karya sastra dengan melihat isi dan tujuan yang tersirat dalam karya sastra ini sendiri dengan menginterprestasikan tentang konflik sosial. Dari hasil analisis menunjukan konflik sosial yang terjadi dalam novel yang terdiri atas berbagai macam konflik, Seperti konflik antar pribadi, berupa terlalu percaya dengan orang lain, konflik fisik antara tokoh David pada Mei Rose.Lalu, berupa pertengkaran mulut yang terjadi di antara tokoh dalam novel, pengrebekan yang dilakukan Arini pada Mei Rose, dan Prasetya.Serta bersitegang di antara para tokoh dalam novel.