Dewaki Kramadibrata
Universitas Indonesia, Depok

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Piwulang dalam Serat Darmasaloka Syaiful Rohman; Dewaki Kramadibrata
Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara Vol 9, No 2 (2018): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.424 KB) | DOI: 10.37014/jumantara.v9i2.250

Abstract

Serat Darmasaloka (selanjutnya disingkat SD) merupakan manuskrip yang ditulis menggunakan bahasa dan aksara Jawa dalam bentuk puisi atau tembang macapat . Teks SD menceritakan kisah Siti Maryam, anak dari Syeh Ngabdullah yang dibuang ke hutan karena difitnah telah berzinah. Teks SD banyak mengandung nasihat-nasihat atau piwulang dan pemikiran-pemikiran agama Islam. Dari berbagai katalog penyimpanan naskah di Indonesia maupun di luar Indonesia tercatat ada 3 naskah yang ditemukan dengan judul Sêrat Darmasaloka. Pertama, yaitu naskah dengan nomor katalog KS 539 B yang berjudul Serat Darmasaloka. Naskah kedua dengan nomor katalog KS 539 C dengan judul Pethikan saking sêrat Darmasaloka. Naskah ketiga dengan judul Sêrat Darmasalokayang tersimpan di Perpustakaan Indonesia dengan nomor katalog PW 26/KS 77. Naskah KS 539 B berdasarkan kolofonnya, selesai ditulis pada 29 Sura tahun Je 1814 AJ, atau 29 Muharram 1302 H, atau 18 November 1884 M. Naskah KS 539 C selesai ditulis pada Senin tanggal 28 bulan Ramadhan tahun 1816 AJ atau pada tanggal 20 Juni tahun 1887 M. Adapun naskah PW 26/KS 77 selesai ditulis pada 25 Jumadilawal tahun Je 1846 AJ, atau 30 Maret 1916 M.
Ken Tambuhan: Perempuan Tertindas Dewaki Kramadibrata
Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara Vol 6, No 1 (2015): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.621 KB) | DOI: 10.37014/jumantara.v6i1.311

Abstract

Tulisan ini membahas penggambaran tokoh dalam Syair Ken Tambuhan, sebuah syair yang digubah pada abad ke-19. Syair Ken Tambuhan termasuk salah satu syair yang populer karena berisi kisah cinta antara Ken Tambuhan dan Raden Menteri. Pembahasan berfokus kepada penggambaran tokoh Ken Tambuhan, Permaisuri, Raden Menteri, dan Raja Kuripan yang berperan dalam cerita.