Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Naskah-naskah Islam dari Kabuyutan Aditia Gunawan; Atep Kurnia
Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara Vol 7, No 2b (2016): Edisi Tambahan
Publisher : Perpustakaan Nasional RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (972.56 KB) | DOI: 10.37014/jumantara.v7i2b.295

Abstract

Artikel ini akan membahas tentang sebuah korpus yang berisi teks-teks keislaman yang berasal dari skriptorium kabuyutan di Jawa Barat. Pertama-tama, kami akan menyenaraikan naskah-naskah tersebut, yang semua naskahnya saat ini tersimpan di Perpusnas. Selanjutnya, kami akan mencoba menelusuri jejak-jejak kehadiran Islam sebagaimana tergambarkan dalam teks-teks pra-Islam Sunda Kuna. Kemudian, kandungan naskah-naskah keislaman dalam korpus tersebut akan dianalisis agar diperoleh gambaran bagaimana Islam dipahami oleh komunitas agamawan di Kabuyutan hingga periode awal abad ke-18.
Tinjauan Buku: A. Teeuw dan Kajian Sunda Kuna Aditia Gunawan
Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara Vol 4, No 1 (2013): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.25 KB) | DOI: 10.37014/jumantara.v4i1.410

Abstract

TIDAK seperti kajian terhadap teks Jawa Kuna, kajian terhadap teks-teks Sunda Kuna sungguh sangat terbatas. Meski para sarjana Belanda seperti K.F. Holle dan C.M. Pleyte telah memulai penelitian terhadap teks-teks tersebut sejak lama, tetapi aspek-aspek penting dari teks seperti bahasa, sejarah, dan bentuk kesusastraan belum terungkap dengan memadai. Hingga pada tahun 1960-an, hadirlah Jacobus Noorduyn (1926–1994),  sarjana Belanda yang mulai melakukan kajian terhadap teks-teks Sunda kuna, di antaranya tiga puisi yang disajikan dalam buku yang akan kita bahas, yaitu Para Putera Rama dan Rahwana (PRR), Pendakian Sri Ajnyana (SA), dan Kisah Bujangga Manik: jejak langkah peziarah (BM). Sangat disayangkan, penyakit fatal Noorduyn merintanginya menyelesaikan penelitian atas ketiga puisi Sunda Kuna tersebut. Sejumlah aspek dari ketiga puisi tersebut memang sempat dicatat oleh Noorduyn dalam beberapa artikel, tetapi edisi lengkapnya belum sempat diselesaikan dan dipublikasikan. Di sinilah peran Prof. Dr. A. Teeuw (1921–2012),  sahabat dan kolega Noorduyn, patut kita catat. Ia berhasil menyelesaikan edisi lengkap ketiga puisi Sunda kuna tersebut dan menerbitkannya dengan judul Three Old Sundanese Poems (KITLV Press, 2006).  Untuk keperluan pembaca Indonesia, pada tahun 2009 buku tersebut diterjemahkan dan diterbitkan dalam bahasa Indonesia.