Kamidjan Kamidjan
Universitas Negeri Surabaya, Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Naskah Samud Ibnu Salam: Sebuah Sastra Keagamaan Kamidjan Kamidjan
Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara Vol 7, No 1 (2016): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.454 KB) | DOI: 10.37014/jumantara.v7i1.277

Abstract

Naskah Syamud Ibnu Salam merupakan salah satu karya sastra Jawa yang menyajikan nilai-nilai keagamaan (agama Islam) yang dituangkan dalam bentuk dialog antara tokoh Syamud Ibnu Salam dengan Nabi Muhammad SAW. Naskah ditulis dengan huruf Arab Pegon,  berbentuk tembang macapat, terdiri atas 24 pupuh, berbahasa Jawa Baru,  berisi ajaran agama Islam,  diawali rukun Islam, rukun Iman, macam-macam iman, kitab-kitab Allah, macam-macam umat manusia, tasyawuf, syariat, tarekat, makrifat dan hakikat,  hari kiamat, sifat-sifat Allah,   para nabi dan sifat-sifatnya, penciptaan manusia pertama (Nabi Adam), setan, iblis dan malaikat.  Iblis membujuk Siti Hawa agar mau makan buah Khuldi. Atas bujukan Siti Hawa, Nabi Adam mau memakannya dan akhirnya dihukum turun kedunia, dll. Allah menciptakan nama-nama bulan dan hari yang masing-masing mempunyai kelebihan dan sifat. Allah menciptakan langit berlapis tujuh, setiap lapis dijaga oleh ratusan malaikat. Selain itu, pengarang juga menuangkan filsafat Jawa yang dipadukan  dengan ajaran Islam. Mukjizat para nabi juga tidak lepas dari pengamatan pengarang dalam menggubah karyanya. Misalnya  Nabi Musa bisa membelah laut dengan tongkatnya. Tongkat tersebut juga  bisa berubah menjadi ular. Bila tongkat itu dipukulkan pada sebuah batu, maka batu itu akan mengeluarkan air. Gambaran surga  neraka dan penghuninya merupakan bagian dari isi naskah. Juga manfaat puasa Ramadhan,  dan hal-hal yang disenangi Allah. Nafsu manusia, meliputi aluamah,  mulhamah, amah, amarah, dan muthmaimah.  Isi naskah diakhiri dengan silsilah Nabi Muhamad  SAW dari Nabi Adam, dan  para nabi yang mendapat wahyu  dari Allah SWT.
PENENTUAN USIA NASKAH PADA PENELITIAN FILOLOGI Kamidjan Kamidjan
Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara Vol 9, No 1 (2018): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.772 KB) | DOI: 10.37014/jumantara.v9i1.238

Abstract

Penentuan usia naskah dalam penelitian filologi sangat penting sebab di dalam naskah tersimpan berbagai nilai yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan bermasyarakat. Penentuan usia naskah dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu evidensi internal dan evidensi eksternal. Evidensi internal adalah penentuan usia naskah berdasarkan keterangan yang terdapat di dalam naskah yang diteliti. Keterangan itu terdapat dalam manggala dan kolofon. Cara tersebut digunakan untuk menentukan saat paling awal karya itu ditulis. Evidensi eksternal adalah penentuan usia naskah berdasarkan data yang yang terdapat di luar naskah. Penentuan ini menggunakan 3 cara, yaitu penyebutan nama karya pada karya sastra lain, pemahatan suatu cerita pada relief candi, dan pembandingan penggunaan bahasa pada karya yang diperkirakan sezaman.