Undang Ahmad Darsa
Universitas Padjadjaran, Bandung

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Wawacan Bin Étam: Gambaran Peran Ibu dalam Pola Asuh dan Pendidikan Anak, Edisi Teks dan Kajian Isi Noor Ilmi Amalia; Undang Ahmad Darsa; Titin Nurhayati Ma'mun
Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara Vol 9, No 2 (2018): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.044 KB) | DOI: 10.37014/jumantara.v9i2.251

Abstract

Al-ummu madrasatul ula, iza a’dadtaha a’dadta sya’ban thayyibal a’raq. Syair Arab tersebut menggambarkan betapa pentingnya peran seorang ibu dalam mengasuh dan mendidik anak-anaknya. Anak adalah salah satu amanat Allah yang harus dijaga serta diasuh dan dididik dengan sebaik mungkin oleh orang tua, terutama ibu. Naskah Wawacan Bin Étam adalah salah satu naskah Sunda Islami yang ditemukan di daerah Garut, Jawa Barat. Wawacan ini menjadi bukti penguat betapa pola asuh dan pendidikan yang baik dan benar sangat dibutuhkan untuk mencetak karakter anak menjadi pribadi yang baik. Naskah ini pula yang dijadikan objek penelitian oleh penulis. Penulis terlebih dahulu melakukan penelitian dengan cara metode kajian filologis, yaitu metode kajian naskah (kodikologi) dan kajian teks (tekstologi) untuk menghasilkan edisi teks yang bersih dari kesalahan tulis disertai dengan terjemahannya ke dalam bahasa Indonesia, agar dapat dimengerti dan dipahami oleh masyarakat luas. Selanjutnya akan dilakukan analisis isi dengan teori semiotik dan isotopi untuk mengetahui struktur tema pada naskah  sehingga dapat dipahami makna dari naskah Wawacan Bin Étam.
Sang Hyang Hayu: Sebuah Pengetahuan tentang Kebajikan Undang Ahmad Darsa
Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara Vol 1, No 2 (2010): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.069 KB) | DOI: 10.37014/jumantara.v1i2.114

Abstract

Manusia pada dasarnya terikat erat pada alam semesta dan memiliki pandangan akan adanya hubungan secara timbal balik dengan alam semesta. Pandangan demikian, antara lain, tampak dalam masyarakat Sunda sebagaimana digambarkan dalam salah satu teks khazanah naskah Sunda Kuno yang berjudul Sang Hyang Hayu . Naskah tersebut kini menjadi koleksi Perpustakaan Nasional Jakarta, dengan kode kropak: Br.634 (Serat Catur Bumi), Br.636 (Serat Buwana Pitu), Br.637 (Serat Sewaka Darma), dan Br.638 (Serat Dewa Buda). Keempatnya berbahan nipah ditulis dalam model aksara Gunung dengan tinta.  Pada tahun 1988, Ayatrohaédi melakukan transliterasi dan terjemahan Br.638. Penulis sendiri pada tahun 1990/1991 berhasil mentransliterasi ketiga kropak lainnya, termasuk mentransliterasi ulang kropak Br.638. Dilihat dari nama yang tertempel pada tiap-tiap kropak jelas berbeda judulnya, namun ketika dibaca keempat kropak itu isinya sama, semua diawali dengan Ndah Sang Hyang Hayu ‘Inilah Pengetahuan Tentang Kebajikan’. Di antara keempat kropak itu hanya satu yang secara jelas mencantumkan angka tahun, yaitu Br.634: panyca warna catur bumi (1445 Saka/1523 Masehi). Naskah Sang Hyang Hayu ini terdapat pula dalam koleksi Kabuyutan Ciburuy Garut.
KRITIK NASKAH (KODIKOLOGI) ATAS NASKAH SEJARAH RAGASELA Wening Pawestri; Undang Ahmad Darsa; Elis Suryani
Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara Vol 9, No 2 (2018): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.876 KB) | DOI: 10.37014/jumantara.v9i2.249

Abstract

Terdapat tiga naskah Sêjarah Ragasela yang tersimpan di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dengan nomor katalog Br 603, 101 a NBR 33 a, dan 101 a NBR 33b. Ketiga naskah Sêjarah Ragasela tersebut menggunakan bahasa dan aksara Jawa. Masing-masing naskah memiliki tebal 35 halaman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian filologi yang fokus pada penelitian kritik naskah (kodikologi). Kritik naskah merupakan pengkajian terhadap komponen fisik naskah atau kodeks yang terdiri dari inventarisasi naskah, deskripsi naskah, kekerabatan antarnaskah, dan penentuan naskah edisi.