R. Bima Slamet Raharja
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pakem Pedhalangan Ringgit Purwa "Pakem Grenteng": Kreativitas dan Utopia dalam Tradisi Tulis Pedalangan Yogyakarta Awal Abad XX R. Bima Slamet Raharja
Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara Vol 5, No 2 (2014): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.574 KB) | DOI: 10.37014/jumantara.v5i2.162

Abstract

Tradisi yang dikembangkan dan diturunkan masyarakat pedalangan di wilayah Yogyakarta lebih cenderung pada pola pewarisan secara lisan. Sedangkan tradisi tulis amat jarang dilakukan.Meskipun tradisi tulis diberikan, namun jumlahnya tidak banyak. Pakem Ringgit Purwa ‘Pakem Grenteng’ adalah salah satupakem yang memuat aturan-aturan baik secara sistemik, struktur, dan naratif dari bentuk tradisi tulis yang muncul dari tradisi kerakyatan dan merupakan salah satu ragam dari beberapa cengkok pakeliran yang hidup di lingkungan tradisi pedalangan Yogyakarta. Pakem Ringgit Purwa ‘Pakem Grenteng’ memuat teks-teks lampahan berbasis cerita wayang kulit purwa, baik dengan siklus cerita Ramayana, Mahabarata, atau pun cerita lain yang diungkapkan dengan pola naratif dan dramatik pada pertunjukan wayang. Ratusan bahkan sampai ribuan lakon yang ditulis pada awal abad ke-20 atas prakarsa J.L. Moens ini belum banyak mendapat perhatian secara seksama setelah tenggelam selama lebih dari lima dasawarsa terakhir. Banyak kreativitas yang dihadirkan dalam teks-teks lampahan dengan judul yang unik, menarik, dan berbeda dengan lakon-lakon yang muncul sepuluh hingga dua puluh tahun terakhir. Pakem Ringgit Purwa ‘Pakem Grenteng’sebagai bagian dari teks pertunjukan juga sebagai bentuk ekspresi sastra yang menghadirkan persepsi realita dan utopia dan menghadirkan visi kritis terhadap kondisi masyarakat pada zamannya. Di bawah bayang-bayang keadiluhungan tradisi besar, teks pakem pedalangan ini berusaha menunjukkan kreativitas dan kekayaan khazanah cipta lakon yang dimilikinya.
Gatra Wayang Purwa ‘Kyai Jimat’ Gaya Pakualaman dan Interelasi dalam Ilustrasi Naskah Koleksi Pakualaman R. Bima Slamet Raharja
Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara Vol 8, No 1 (2017): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.315 KB) | DOI: 10.37014/jumantara.v8i1.261

Abstract

Artikel ini membicarakan tentang aspek interelasi antara bentuk wayang koleksi Pakualaman dengan ilustrasi wayang dalam beberapa manuskrip karya sastra. Pakualaman, sebagai salah satu kerajaan di Jawa yang mengembangkan sistem kebudayaannya sendiri. Termasuk kesenian wayang yang diyakini mempunyai bentuk dan karakteristik tersendiri dan dikenal dengan wayang kulit purwa gagrag Pakualaman. Perangkat wayang kulit purwa gagrag Pakualaman dikenal dengan nama perangkat ‘Kyai Jimat’ yang diciptakan sejak era Paku Alam II hingga Paku Alam VII. Keunikan dan kekhasan wayang kulit purwa ‘Kyai Jimat’ berkaitan dengan aspek naratif hingga aspek iluminatif serta sejumlah ilustrasi bergaya wayang yang terdapat pada bidang kesusastraan. Iluminasi dalam manuskrip wayang skriptorium Pakualaman mempunyai kaitan yang cukup dapat dirunut latar belakang historis yang perlu dilihat melalui kajian sejarah mikro, secara bentuk dan perubahannya. Kajian ikonografis akan digunakan untuk membedah aspek bentuk gatra wayang kulit purwa ‘Kyai Jimat’ sebagai objek materialnya. Adapun pendekatan intertekstualitas akan digunakan merunut makna secara simbolik dan naratif serta pertalian antar kedua bidang tersebut, yaitu bidang seni rupa dan aspek susastranya. Setidaknya inter-relasi kedua objek ini akan diinterpretasikan dengan jelas.