Ni Putu Ayuni Trisna Dewi
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Usada Bali, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Sari Kacang Hijau terhadap Kelancaran Produksi ASI pada Ibu Menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Kintamani VI IGA Ratih Agustini; Si Putu Agung Ayu Pertiwi Dewi; Ni Putu Ayuni Trisna Dewi
Indonesian Journal of Health Research Vol. 5 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Triatma Mulya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.458 KB) | DOI: 10.51713/idjhr.v5i2.58

Abstract

Pendahuluan. Kelancaran ASI sangat penting untuk tersedianya sumber makanan bagi bayi yang masa menyusui. Idealnya ASI lancar pada hari ke-3 post partum. Namun kenyataannya masih ditemukan ibu nifas yang ASInya tidak lancar pada hari ke-3. Penyebab ketidaklancaran ASI salah satunya adalah menurnnya produksi ASI pada hari pertama setelah melahirkandapat disebabkan kurangnya rangsangan hormone oksitosin dan prolactin yang sangat berperan dalam kelancaran produksi ASI. Sari kacang hijau dapat berperan penting dalam proses produksi ASI. kandungan gizi kacang hijau cukup tinggi dan komposisinya lengkap. Kacang hijau mengandung 20-25 % protein. Protein tinggi sangat diperlukan oleh ibu selama laktasi, terutama proteinnya mengandung asam amino sehingga mampu merangsang sekresi ASI. Kacang hijau juga mengandung senyawa aktif yaitu polifenol dan flavonoid yang berfungsi meningkatkan hormone prolactin. Ketika hormone prolactin meningkat maka sekresi susu akan maksimal sehingga kualitas ASI akan meningkat dan kandungan gizi yang terdapat dalam sari kacang hijau akan meningkatkan kandungan gizi dalam ASI. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian sari kacang hijau terhadap kelancaran ASi pada ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Kintamani VI. Metode, Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian one grup pre-test post-test desain. Sampel dalam penelitian ini adalah 34 responden diambil dengan metode purposive sampling. Terapi diberikan pada saat pagi hari dan malam hari selama 7 hari, sedangkan pengumpulan data menggunakan lembar observasi tingkat volume ASI (ml) 2 jam setelah menyusui bayi. Hasil. Hasil pre-test menunjukkan rata-rata volume ASI yang dihasilkan oleh ibu adalah 176,76 ml dengan minimal 100, maksimal 260 dan standar deviasi 47,782. Hasil post-test menunjukkan rata-rata volume ASI yang diproduksi oleh ibu adalah 358,82 ml dengan minimal 300, maksimal 400 dan standar deviasi 29,415. Analisa data menggunakan uji t-berpasangan (paired sample t-test), diperoleh bahwa nilai pvalue <0,001 (p<0,05). Kesimpulan. Kelancaran ASI sangat penting untuk tersedianya sumber makanan bagi bayi yang masa menyusui. Idealnya ASI lancar pada hari ke-3 post partum. Namun kenyataannya masih ditemukan ibu nifas yang ASInya tidak lancar pada hari ke-3. Keluarnya ASI yang tidak lancar merupakan masalah yang dialami oleh ibu menyusui. ibu sering mengeluhkan puting susu lecet dan bayinya sering menangis, sehingga tidak memberikan ASI. Penyebab ketidaklancaran ASI salah satunya adalah menurunnya produksi ASI pada hari pertama setelah melahirkan dapat disebabkan kurangnya rangsangan hormon oksitosin dan prolaktin yang sangat berperan dalam kelancaran produksi ASI, untuk pengeluaran produksi ASI di butuhkan upaya non farmakologis berupa pemberian sari kacang hijau.