Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Kawasan Agropolitan Gendangsari denganModel Coorporate Farming Kabupaten Madiun Dwi Bhakti Iriantini
Pancasila bureaucracy, Journal of Regional Government, Development and Innovation Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Birokrasi Pancasila, Jurnal Pemerintahan, Pembangunan dan Inovasi Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.665 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian terkait dengan pengembangan KawasanGendangsari Kabupaten Madiun sebagai Coorporate Farming (CF). Analisis yang dilakukandalam kajian ini; (a) sumberdaya lahan kawasan; (b)komoditi unggulan kawasan; (c) saranaprasarana infrastruktur; (d) distribusi pemasaran dan; (e) pemberdayaan, pengorganisasianmasyarakat dan kelembagaan. Konsep pengembangan korporasi pertanian (CP) KAG didasarkanpada kondisi (potensial dan aktual), SWOT, akar permasalahan dan tujuan agribisnis KAG itusendiri, meskipun dalam perjalanannya muncul kreatifitas dan inprovisasi bisnis baik di sisi hulu(up-stream), tengah (internal) maupun sisi hilir (down stream). Kawasan Agropolitan Gendangsaridapat dikembangkan menjadi salah satu model Coorporate Farming di Kabupaten Madiun.
Identifikasi Komoditi Unggulan Sektor Ekonomi Kabupaten Madiun Dwi Bhakti Iriantini
Pancasila bureaucracy, Journal of Regional Government, Development and Innovation Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Birokrasi Pancasila, Jurnal Pemerintahan, Pembangunan dan Inovasi Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep penetapan dan pengembangan produk unggulan di Kabupaten Madiun, mendasarkan pada teori pertumbuhan wilayah dan teori basis, maka faktor terpenting yang akan diamati adalah nilai ekonomi komoditi dan kontribusinya terhadap PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Kabupaten Madiun. Selain kontribusi ekonomi komoditi, dibutuhkan juga struktur produksi di setiap kecamatan (15 kecamatan). Variabel pendukung lainnya dalam analisis data keseuaian ekologi di lokasi produk unggulan tersebut dikembangkan, jenis teknologi tepat guna yang dibutuhkan, ketersediaan tenaga kerja dan tujuan pemasaran produk tersebut. Produk unggulan yang ditetapkan melalui metode kuantitatif ini bisa berbeda dengan penetapan yang dilakukan oleh pemerintah daerah (SKPD/ Dinas) selama ini. Karena perbedaan sudut pandang atau cara analisisnya. Karena itu dimasukkan pertimbangan dan ketentuan peraturan pemerintah sebagai salah satu masukan dalam keseluruhan analisisnya. Untuk mewakili gambaran yang lebih akurat, maka data yang digunakan dalam analisis harus berupa data sekunder dan data primer. Terutama untuk data sekunder yang sebagian besar sumbernya dari pemerintah, SKPD terkait, maka data runtut waktu (time series data) minimal harus tersedia selama 5 tahun terakhir. Data primer dibutuhkan dari para pelaku usaha komoditi dan SKPD terkait sebagai acuan mengenai perkembangan terkini dan aspek teknis lainnya yang telah dijalankan hingga saat penelitian ini dilakukan.