This Author published in this journals
All Journal Gatranusantara
Soleman Bully
Dosen pada Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan FKIP Undana

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENANAMAN NILAI KARAKTER DISIPLIN SISWA OLEH GURU MELALUI MATA PELAJARAN PENDIDIKANKEWARGANEGARAAN DI SMA NEGERI 1 WEWEWA SELATAN (STUDI KASUS SMA NEGERI 1 WEWEWA SELATAN) Soleman Bully
Jurnal Gatranusantara Vol. 18 No. 1 (2020): April
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.94 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penanaman nilai karakter disiplis siswa oleh guru di SMA Negeri 1 Wewewa Selatan, kendala atau hambatan yang di alami oleh guru dalam proses penanaman nilai karakter disiplisn siswa di SMA Negeri 1 Wewewa Selatan, dan Upaya yang di lakukan guru dalam penanaman nilaik karakter disiplin siswa melalui mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan di SMA Negeri 1 Wewewa Selatan. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yakni memperoleh gambar tentang penanaman nilai karakter disiplin siswa oleh guru melalui mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan pada siswa SMA Negeri 1 Wewewa Selatan, menurut kepala Sekolah, Guru dan Siswa, dengan mengunakan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan agar semua data yang terkumpul sesuai dengan tujuan penelitian yang ingin di capai. Hasil penelitian ini menunjukan bahawa karakter disiplin di SMA Negeri 1 Wewewa Selatan adalah kunci penting untuk terciptanya suasana lingkungan yang aman dan tertib. Dengan adanya karakter disiplin maka di harapkan siswa menjadi warga negara yang baik dan mencerminkan karakter bangsa yang luhur. Proses penanaman karakter disiplin pada siswa siswi tentunna guru mengalami kendalan atau hambatan seperti adanya siswa yang sulit di arahkan,masih ada siswa yang kurang antusias dan tidak peduli dengan peraturan yang ada,pergaulan siswa yang sulit di kontrol,serta rendahnya kesadaran siswa dalam mejalankan segala peraturan sekolah yang berlaku. Oleh karena itu, guru melakukan upaya-upaya agar proses penanaman nilai karakter disiplin berhasil dengan baik. Upaya penanaman karakter disiplin yang di lakukan oleh guru adalah, adanya hukum, penghargaan dan kansistensi, penerapan kosistensi disekolah dilihat bagaimana seluruh siswa menaati peraturan sekolah bersikap tertip tertib dan disiplin untuk mengontrol sikap da perilaku sehari hari. Hal ini merupakan upaya yang di lakukan oleh guru demi terciptanya karakter disiplin bagi siswa siswi yang tidak disiplin menjadi pribadi yamg disiplin.
NILAI-NILAI PANCASILA DALAM BUDAYA PAHAMANG (MUSYAWARAH ADAT) PADA UPACARA ADAT KEMATIAN MASYARAKAT SUMBA TIMUR DI KECAMATAN WULLA WAIJELU KABUPATEN SUMBA TIMUR Soleman Bully
Jurnal Gatranusantara Vol. 17 No. 1 (2019): April
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.165 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan alasan mengapa budaya pahamang masih dipertahankan sampai sekarang, mendeskripsikan proses pelaksanaan budaya pahamang dan mengetahui wujud nilai-nilai yang terdapat dalam budaya pahamang pada upacara kematian, di Kecamatan Wulla Waijelu, Kabupaten Sumba Timur. Dalam penelitian ini pendekatan yang digunakan oleh penulis adalah pendekatan kualitatif. Subtansi dari pendekatan kualitatif yaitu meneliti suatu objek dengan mengumpulkan, menggambarkan dan menganalisis data dan fakta serta membut kesimpulan berdasarkan tujuan penelitian, untuk memperoleh gambaran tentang alasan budaya pahamang tetap dilaksanakan sampai saat ini, proses pelaksanaan budaya pahamang dan wujud nilai- nilai pancasila dalam budaya pahamang pada upacara adat kematian masyarakat Sumba Timur di Kecamatan Wulla Waijelu Kabupaten, Sumba Timur. Penelitian menunjukkan bahwa alasan Masyarakat Sumba Timur Kecamatan Wulla Waijelu Kabupaten Sumba Timur masih mempertahankan budaya pahamang dalam upacara adat kematian karena merupakan budaya warisan nenek moyang/para leluhur dan sebagai bentuk ungkapan terimakasih kepada para leluhur atas rezeki dan keselamatan yang diberikan. Pelaksanaan budaya pahamang dalam upacara kematian dilakukan dengan mengumpulkan semua anggota keluarga untuk bersama membahas dan mencari solusi untuk membantu keluarga dan segala sesuatu yang dibutukan keluarga pada saat upacara kematian. Proses pahamang ini dipimpin oleh Ambokul (ketua suku) untuk memberikan gambaran tentang hal- hal yang akan dibahas nanti dan mempunyai peran merangkum semua pendapat untuk disepakati bersama kemudian mengakhiri proses pahamang tersebut. Adapun nilai-nilai pancasila yang terkandung pada saat proses pelaksanaan pahamang. Wujud nilai-nilai Pancasila itu adalah nilai religus, gotong royong, saling membantu, saling menghargai dan mengormati, tanggung jawab, demokrasi dan nilai keadilan.Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat di Kecamatan Wulla Waijelu Kabupaten Sumba Timur sangat menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila.Dalam penelitian ini penulis mengharapkan masyarakat untuk selalu melestarikan nilai-nilai budaya yang ada dalam pahamang pada upacara kematian